Kasus Terorisme di Surabaya (1)

Kapolri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Masih Satu Keluarga

Minggu, 13-05-2018 - 21:15 WIB Kapolri Jenderal Tito Karnavian Kapolri Jenderal Tito Karnavian

TULUNGAGUNGTIMES, SURABAYAPihak kepolisian dari Mabes Polri akhirnya melakukan rilis kasus bom gereja di tiga tempat di Surabaya. Yang merilis Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian secara langsung.

Tito menyebut pelaku bom gereja di Surabaya masih satu keluarga. Dengan pelaku yang berjumlah enam orang. Tiga orang pria dan tiga perempuan. "Pelaku masih satu keluarga," sebutnya.

Untuk gereja Pantekosta di Jalan Arjuno kata dia dilakukan oleh Ditta Suprianto. Dengan cara menabrakkan mobil Avanza yang di dalamnya sudah ada bom. "Dia adalah kepala keluarga," tuturnya.

Namun, sebelum melakukan aksi nekat tersebut jelas Tito, Ditta sudah menurunkan istri serta dua anak perempuannya di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro.

Istrinya diketahui dengan identitas Puji Kuswati. Dan dua anak perempuannya, Fadillah Sari (12) dan Pamela Rizqia (9).

"Gereja GKI menggunakan bom pinggang. Karena bagian atas dan bawah tubuhnya masih utuh," kata jenderal bintang empat ini.

Kemudian pelaku lain di Gereja Santa Maria Tak Bercela adalah dua putra dari Ditta. Yaitu, Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16).

Untuk dua anak prianya ini menggunakan bom pangku. Yang efeknya cukup besar. "Jenis bom beda-beda. Bahan peledak masih diselidiki Mabes Polri," tuturnya.
 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Surabaya TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close