Antispasi Teror Surabaya Merembet, Polres Tulungagung Patroli Bersama Tiga Pilar

Senin, 14-05-2018 - 10:43 WIB Apel persiapan patroli bersama.( foto : Joko Pramono/Jatim Times) Apel persiapan patroli bersama.( foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMESUntuk mengantisipasi aksi terorisme di Surabaya merembet ke Tulungagung, Polres Tulungagung bersama Kodim 0807/Tulungagung dan Satpot PP Tulungagung mengambil langkah cepat. Ketiga unsur tiga pilar itu lakukan patroli bersama di seluruh wilaiyah Tulungagung, Minggu (13/5).

“Untuk mengantisipasi hal itu (aksi terorisme) kita unsur 3 pilar lakukan kegiatan pateroli bersama,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar melalui Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Khoiril selepas giat patroli bersama, semalam di halaman Mapolres Tulungagung.

Patroli bersama dilakukan untuk mengawasi dan pengamanan obyek vital di Tulungagung. T ak hanya obyek vital, patroli juga mengunjnjungi dan mengawasi tempat ibadah yang rentan dijadkan sebagai sasaran teror seperti yang terjadi di Surabaya.

“Kita kunjungi obyek vital seperti Bendungan Wonorejo, PLTA, dan juga tempat ibadah yang rentn menjadi sasaran teror,” imbuh pria ramah itu.

Patroli dilakukan menyeluruh di wilayah hukum Polres Tulungagung, untuk patroli sendiri dibagi 2 tim yang menyusur wilayah timur-utara Kabupaten Tulungagung dan wilayah barat-selatan.

“Satu tim ke wilayah timur dan utara kabupaten sedang sisanya barat dan selatan,” tandasnya pada awak media.

Seperti diketahui, 3 bom meledak hampir bersamaan di 3 gereja di lokasi berbeda di Surabaya, membuat suasana minggu pagi itu menjadi mencekam.  Belasan orang dinyatakan tewas dan puluhan lainya harus mejalani perawatan intensif lantaran mengalami luka yang serius.

Dilansir dari www.surabayatimes.com, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian ungkapkan pelaku pengeboman merupakan satu keluarga.

Tito menyebut pelaku bom gereja di Surabaya masih satu keluarga. Dengan pelaku yang berjumlah enam orang. Tiga orang pria dan tiga perempuan. "Pelaku masih satu keluarga," sebutnya.

Untuk gereja Pantekosta di Jalan Arjuno kata dia dilakukan oleh Ditta Suprianto. Dengan cara menabrakkan mobil Avanza yang di dalamnya sudah ada bom. "Dia adalah kepala keluarga," tuturnya.

Namun, sebelum melakukan aksi nekat tersebut jelas Tito, Ditta sudah menurunkan istri serta dua anak perempuannya di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro.

Istrinya diketahui dengan identitas Puji Kuswati. Dan dua anak perempuannya, Fadillah Sari (12) dan Pamela Rizqia (9).

"Gereja GKI menggunakan bom pinggang. Karena bagian atas dan bawah tubuhnya masih utuh," kata jenderal bintang empat ini.

Kemudian pelaku lain di Gereja Santa Maria Tak Bercela adalah dua putra dari Ditta. Yaitu, Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16).

Untuk dua anak prianya ini menggunakan bom pangku. Yang efeknya cukup besar. "Jenis bom beda-beda. Bahan peledak masih diselidiki Mabes Polri," tuturnya.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close