Pengebom GKI Surabaya Ternyata Anak Juragan Jamu Asal Muncar Banyuwangi

Senin, 14-05-2018 - 13:28 WIB Salah satu perwakilan keluarga, Rusiono, saat memberikan keterangan kepada awak media bersama Kades Tembokrejo Sumarto (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES) Salah satu perwakilan keluarga, Rusiono, saat memberikan keterangan kepada awak media bersama Kades Tembokrejo Sumarto (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES, BANYUWANGI – Pengeboman 3 gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/18) ternyata pelakunya merupakan satu keluarga.

Salah satunya adalah Puji Kuswati (43), yang meledakkan dirinya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di JL Diponegoro, bersama dua anak perempuannya, berasal dari Muncar, Banyuwangi.

Puji merupakan anak juragan jamu tradisional terkenal di Dusun Krajan RT 03 RW 16, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Hal ini dibenarkan perwakilan keluarga, jika pelaku bom tersebut memang berasal dari Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Namun, pelaku yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara ini sejak umur 20 bulan diasuh budenya di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

“Memang Puji Kuswati ini lahirnya di Tembokrejo. Tetapi sejak umur 20 bulan diasuh diasuh budenya di Magetan. Secara administrasi, tidak tercatat sebagai warga Tembokrejo,” ujar Rusiono, perwakilan keluarga pelaku kepada sejumlah awak media, Senin (14/5/2018).

Karena sejak kecil diasuh budenya, pihak keluarga pun jarang berkomunikasi dengan pelaku. Bahkan, kata Rusiono, sewaktu hendak menikah, pihak keluarga di Banyuwangi pada saat itu sempat melakukan penolakan.

Karena, sang calon suami, yaitu Dita Upriyanto, di mata keluarga Banyuwangi, terlihat beda. “Tampak agak aneh begitu, terutama soal pemahaman keagamaan. Jadi, keluarga di Banyuwangi sempat menolak, tapi tetap saja mereka nekad menikah,” beber Rusiono.

Bahkan, sejak menikah itulah, lanjut Rusiono, perilaku Puji Kuswati yang sejatinya lulusan sekolah perawat ini perilakunya mulai berubah. Pergaulannya tertutup, jarang berinteraksi dengan keluarga. Termasuk jarang pulang pula ke Banyuwangi.

Terakhir, tambah Rusiono, Puji Kuswati pulang bersama keluarganya pada bulan Januari 2018. “Kalau pulang ke Banyuwangi tidak pernah lama. Dan, jarang mau bergaul dengan keluarga, cenderung tertutup,” jelasnya.

Malahan keluarga di Banyuwangi juga tidak mengetahui aktivitas sehari-hari keluarga Puji Kuswati yang selama ini tinggal di Wisma Indah Blok A 22 Rungkut, Kelurahan Wonorejo, Surabaya ini. Akibat kejadian ini, pihak keluarga pun langsung syok.

Sumarto, Kepala Desa Tembokrejo, Muncar membenarkan jika pelaku bom bunuh diri di Gereja Surabaya tersebut lahir di desanya. Namun secara administratif tidak tercatat di kantornya.

“Sesuai pengakuan salah satu keluarganya, sejak kecil sudah diasuh budenya di Magetan. Jadi, dia bukan lah warga Muncar. Hanya memang lahirnnya di sini,” jelasnya. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Banyuwangi TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close