Pesan Berantai Dugaan Teroris di Pakis, Kapolres Malang: Silakan Tanya Mabes Polri

Selasa, 15-05-2018 - 12:04 WIB Rumah terduga teroris di Pakis saat kemarin (14/5) dipasangi police line setelah digeledah. (Anggoro MalangTIMES) Rumah terduga teroris di Pakis saat kemarin (14/5) dipasangi police line setelah digeledah. (Anggoro MalangTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES, MALANGBanyak kesaksian muncul di media sosial (medsos) terkait dugaan terorisme di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kesaksian itu mencuat setelah adanya penggeledahan rumah di Jalan Kapi Sraba 10 H Nomor 12 Gang IX Mangliawan, Pakis, yang dihuni pasutri M. Arifin dan Siti Rohaida yang diduga teroris,  Senin (14/5/2018) kemarin. 

Kesaksian tersebut,  intinya, tidak memercayai bahwa Siti Rohaida khususnya sebagai salah satu bagian dari pelaku teror. Pesan berantai tersebut juga menuliskan agar masyarakat yang telah menduganya sebagai teroris untuk meminta maaf.  

Hal ini terlihat dari pesan berantai di berbagai grup WA. Seperti akun Hendra Hardiyanto menuliskan, "Sudah clear,  densus salah duga. Terduga (Bu Siti Rohaida) yg awalnya diduga saat beliau pergi ke Surabaya mengantarkan ibunya yang mau umrah dan adiknya sakit. Kakak terduga pun  ternyata anggota TNI. Clear,  gak ada teroris.

NB: jangan share sebelum clear,  karena bisa merusak nama baik orang lain."

Hastag #prayforbuida #kamibersamabuida #jangansebarkanfitnah #terdugabelumtentutersangka beserta pesan panjang pun meramaikan medsos,  seperti di bawah ini. 

Tolong warga Indonesia, terutama kota Malang, jangan mudah menyebarkan berita yang kita belum tahu benar kebenarannya

Demi Allah kami sahabat dari bu Rohaida, bersaksi bahwa beliau orang baik, beliau duduk se majelis dengan kami, kami tahu benar bagaimana pemahaman beliau, beliau seorang ahlussunnah waljama'ah insyaa Allah, dan beliau sangat mengecam segala macam bentuk terorisme! 

Beliau memang mengenakan cadar,  namun itu tidak menjadikan kita berhak menjudge bahwa beliau teroris. Qoddarullah hari ini beliau berada ditempat dan waktu yang tidak tepat sehingga menjadikan beliau dicurigai. Beliau berniat mengantar keponakan ke RS Surabaya tapi karena beliau memakai cadar sehingga beliau dicurigai, entah bagaimana ceritanya hingga identitas beliau tersebar di medsos, demi Allah kami sebagai sahabat tidak ridho! Dengan susah payah beliau menjaga dirinya, namun dengan mudahnya orang lain menyebarkan berita yang tidak benar sehingga menciderai kehormatan beliau

Berita terakhir yang kami dapat, tidak ditemukan apapun yang mencurigakan pada diri beliau dan dirumah beliau. Semua tuduhan buruk yang mengarah kepada beliau tidak benar, tidak terbukti dan sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan!

Kami dan majelis kami insyaa Allah ahlussunnah, dan kami berusaha untuk taat kepada pemimpin, antidemo, dan sangat mengecam tindakan terorisme!! 

Insyaa Allah kami para sahabatnya siap menjadi saksi bahwa beliau sama sekali tidak seperti yang dituduhkan

*Jadi tolong bantu agar nama bu ida kembali baik, dan stop menyebarkan berita tidak benar, dan tolong hapus foto2 beliau! Cukup seseorang dikatakan sebagai pendusta jika ia mengatakan semua yang ia dengar, tanpa tabayyun, tuduhan dengan tanpa haq. Ingat bahwa setiap tuduhan yang kita ucapkan, sebarkan jika tidak benar, akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah kelak.*

Ini ujian bagi beliau sekeluarga. Mudah-udahan bisa menjadi pelebur dosa, menambah pahala serta meninggikan derajat beliau di sisi Allah.

#prayforbuida

#kamibersamabuida

#jangansebarkanfitnah

#terdugabelumtentutersangka

Kronologi penggeledahan rumah terduga terjadi kemarin sekitar pukul 15.00 WIB sampai 17.10 WIB. Dalam penggeledahan tersebut sejumlah polisi keluar dari rumah sambil membawa beberapa barang yang dimasukkan dalam dua karung putih dan dimasukkan ke dalam mobil polisi. 

Barang-barang yang dibawa  kepolisian dari rumah tersebut,  menurut Kasat Reskrim Polres Malang AKP Andrian Wimbarda, berupa beberapa buku dan beberapa peralatan yang  masih diteliti. 

"Kalau untuk peralatan peledak belum ada. Nantilah kami akan kasih klarifikasi lain, "ujar Andrian, Senin kepada media.

Dalam kesempatan berbeda,  Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung yang secara langsung menyatakan siaga 1 untuk Kabupaten Malang menyatakan,  untuk persoalan tersebut,  khususnya mengenai Siti Rohaida dan  M. Arifin, bisa meminta keterangan secara detailnya kepada Mabes Polri atau Polda Jawa Timur (Jatim). 

"Silakan tanya ke Mabes Polri atau Polda Jatim," ujar kapolres Malang,  Selasa (15/5/2018) secara singkat menjawab pertanyaan tersebut. (*) 

Pewarta : Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close