Bom Surabaya, Adik Abu Bakar Ba'asyir Sedih

Selasa, 15-05-2018 - 20:20 WIB Manap, Kepala KPLP Lapas Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times) Manap, Kepala KPLP Lapas Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMES – Dita Supriyanto dan Anton F pelaku bom gereja di Surabaya dan Sidoarjo, pernah berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Tulungagung membesuk narapidana teroris Noim Baasyir. Setidaknya, Dita dan Anton telah dua kali berkunjung ke Lapas Tulungagung sebelum terjadi tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo. 

Siapakah Noim Baasyir? Dilihat dari namanya sudah bisa langsung tau dia keluarga dari  ustad Abu Bakar Baasyir. Dan memang benar, Noim Baasyir adalah adik dari Ustad Abu Bakar Baasyir. 

Pengakuan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Tulungagung Manap, aksi yang dilakukan Dita dan Anton membuat  Noim Baasyir sedih. "Kok seperti itu teman-teman,” ungkap  Manap menceritakan pernyataan Noim Baasyir.

Noim Baasyir meminta Manap untuk tenang, Noim berjanji akan membantu menjaga keamanan di dalam Lapas Tulungagung agar tak ada keributan seperti di Mako Brimob. "Kita tidak membuat perlakuan khusus kepada mereka usai pecah aksi teror," jelas Manap 

Setidaknya, di lapas Tulungagung menurut Manap terdapat tiga napi teroris yang berada dalam pengawasannya. Mereka adalah Noim Baasyir, Dedi Fahrizal dan Ridwan Sungkar

"Mereka kerap dikunjungi keluarganya, anak Ridwan Sungkar selalu membesuk setiap hari pada jam kunjungan," papar Manap 

Ketiga teroris itu merupakan pindahan dari Lapas lain. Di antaranya Ridwan Sungkar dikirim langsung dari Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Dedi Fahrizal pindahan dari Lapas Kediri dan Noim Baasyir dari Tuban. 

Napi teroris Noim Baasyir telah menjalani masa tahanan dan akan bebas pada tanggal 21 Mei 2019 mendatang. Noim jaringan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang melakukan sejumlah aksi terorisme dan telah divonis pengadilan hukuman enam tahun penjara pada tahun 2014 silam.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close