Terduga Teroris di Probolinggo Ini Seorang Guru Pegawai Negeri

Kamis, 17-05-2018 - 21:18 WIB Rumah terduga teroris inisial H yang dekat dengan masjid dan tempat belajar mengajar (Foto: Agus Salam/ JatimTIMES) Rumah terduga teroris inisial H yang dekat dengan masjid dan tempat belajar mengajar (Foto: Agus Salam/ JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES, PROBOLINGGO – Setelah sempat singgah sebentar di Mako Polres Probolinggo Kota, akhirnya tiga terduga teroris Sumbertaman dibawa ke Polda Jawa Timur. Dari Polresta mereka berangkat setelah melakukan makan sahur, dibawa dengan kendaraan yang dikawal ketat aparat.

Rencananya, mereka akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani sejumlah pemeriksaan, terkait dengan aksi teror. Hal tersebut disampaikan Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, Kamis (17/5) sekitar pukul 11.00 di kantornya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres kelahiran Sumenep Medura ini juga menyebut, kalau salah satu terduga berinisial H, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang mengajar Bahasa Inggris di sebuah SMKN di Kabupaten Probolinggo. Setahun yang lalu, sempat mengajukan surat pengunduran diri dari ASN.

Hanya saja belum diketahui, apakah suratnya sudah direspon oleh dinas terkait atau tidak. Dan kapolresta mengaku tidak mengetahui, mengapa H melakukan hal tersebut. Keterangan yang didapat dari penyidik Densus 88 yang dilaporkan ke Kapolresta menyebut, kalau terduga F sebagai amir. Ia pemimping kelompok yang ada di Probolinggo. Sementara H menurut kapolresta, sudah menyiapkan serangkaian amaliyah.

Amaliyah tersebut bukan hanya melakukan bom unuh diri, tapi bisa juga tindakan lain dengan tujuan melukai target, baik dengan cara menusuk atau menembak mati target. Soal kapan dan dimana akan dilakukan amaliyah, Kapolresta mengatakan belum mengetahui. Pihak Densus saat ini masih memintai keterangan terduga teroris tersebut.

“Kami belum mendapatkan keterangan. Mereka masih diperiksa. Soal pengembangan, kami menunggu hasil pemeriksaan Densus 88,” tandasnya.

Sementara itu Sukirno, tetangga dekat terduga inisial H dan F mengatakan,  kegiatan kesehariannya di musala dan tempat belajar mengajar adalah soal keagamaan seperti pengajian dan belajar ngaji untuk TK dan PAUD.

Ia juga menjelaskan kalau H selain berprofesi sebagai ahli pengobatan becham, juga sebagai pengajar salah satu sekolah di Kabupaten. “Tertutup kalau ke warga. Kalau ke keluarga saya, terbuka. Maksudnya terbuka bukan soal agama loh,” ujar Kirno.

Tentang latihan perang, Sukirno mengatakan tidak tahu. Hanya saja ia sering melihat kalau terduga sering latihan menembak dan memanah. Latihannya terkadang di rumahnya sendiri, terkadang di depan rumahnya. Kirno tidak tahu, apakah latihan memanah dan nembak itu untuk keperluan yang lain atau hanya sekedar melatih ketrampilan, Kirno tidak tahu.

“Ya sering latihan nembak dan memanah. Mungkin hanya untuk ketrampilan, bukan untuk yang lain,” tambahnya. .

Terpisah Yiuli Sriasih, Kepala Cabang Dinas Probolinggo, mengaku sudah mengetahui kalau H salah satu pengajar SMK di wilayahnya ditangkap polisi. Bahkan ia mengatakan, sudah memberitahukan ke Dinas Pendiiidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur.

Mengenai langkah yang mau diambil diknas provinsi, ia tidak mengetahui. “Kami sudah mendengar, bahkan sudah melapor ke provinsi. Kami sekarang menunggu surat dari sekolah, tempatnya mengajar,” ujarnya ke sejumlah wartawan, singkat.   

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close