Uang Digital Meggeliat, Tulungagung Bikin Komunitas

Senin, 12-03-2018 - 07:41 WIB Endro Purnomo saat memberikan paparan mengenai mata uang digital di hadapan ratusan orang di salah satu hotel di Tulungagung. (foto : Joko Pramono/Jatim Times) Endro Purnomo saat memberikan paparan mengenai mata uang digital di hadapan ratusan orang di salah satu hotel di Tulungagung. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMESDigital currency, krypto currency atau mata uang digital di Kabupaten Tulungagung mulai menggeliat. Hal ini ditandai dengan munculnya komunitas-komunitas penggiat mata uang dunia maya itu. Salah satunya ialah 188 Team, komunitas yang digagas Endro Purnomo atau yang lebih dikenal dengan Mr Purnomo.

Menurut Purnomo, banyak jenis mata uang digital yang beredar di Indonesia. Mulai dari Bitcoin, Etherium, maupun jenis mata uang digital lainya. Terbaru, muncul mata uang digital baru yang merupakan gabungan dari perusahaan mata uang digital dari China, Singapura, dan Eropa. Mata uang baru itu dikenal dengan Octoin Coin.

"Beberapa perusahaan asal Singapura, China dan Eropa membentuk sebuah wadah dan menciptakan Octoin Coin," ujar Purnomo, pria yang juga bekerja sebagai humas Polres Tulungagung itu.
Saat ini di dunia telah diciptakan sebanyak 3,5 juta coin Octoin. Namun baru sekitar 700 ribu coin yang dipasarkan atau istilahnya pre-minning. 

Octoin baru masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2017, tepatnya pada November 2017. Saat ini sudah ada ribuan orang yang menekuni investasi ini. Dari ribuan orang itu sekitar 70 orang tergabung dalam 188 Team pimpinan Purnomo. "Saat ini anggota 188 Team sekitar 70 orang," terang purnomo.

Untuk mendongkrak peminat investasi dalam mata uang digital baru ini, pihaknya gencar melakukan sejumlah pengenalan terhadap masyarakat. Hal ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan mata uang digital ke masyarakat sebagai salah satu bentuk alternatif investasi masa depan.  "Untuk memperkenalkan mata uang ini, maka kami akan membentuk komunitas-komunitas," ujar Purnomo.

Namun harus diakui penggunaan mata uang digital sebagai salah satu alat transaksi di Indonesia masih belum legal. Pasalnya, pihak Bank Indonesia hanya mengakui rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. "Mata uang digital masih belum diakui oleh pihak Bank Indonesia sebagai alat pembayaran yang sah. Penggunaan uang digital hanya bersifat investasi," urainya.

Meski demikian, pembayaran menggunakan mata uang digital bisa dilakukan setelah melakukan penukaran atau perubahan mata uang digital menjadi uang kartal maupun giral. "Kalau mau digunakan untuk membayar sesuatu atau surat beli, harus ditukar dulu atau diubah dalam bentuk rupiah," tutur pria ramah itu.

Penukaran mata uang digital menjadi uang mata rupiah bisa dilakukan melalui market atau pasar digital. Market digital di Indonesia salah satunya ialah bliblicoin.com dan bliblicoin.net yang digagas oleh Purnomo. "Untuk mengubah mata uang digital menjadi mata uang rupiah, bisa melalui market digital yaitu bliblicoin.com dan bliblicoin.net," tandasnya. (*

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close