Yayasan Tak Suka, Kepala Sekolah Dipindah, Wali Murid Pasang Badan

Rabu, 06-02-2019 - 20:01 WIB Suasana MI Al Falah Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES Suasana MI Al Falah Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Sejumlah orang tua atau wali murid  Madrasah Ibtidaiyah Al Falah Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, berencana mendatangi sekolah Kamis (07/02) besok. Para wali murid tidak terima dengan pihak yayasan yang melakukan mutasi kepala sekolah hanya karena persoalan kecil dan sepele.

"Yayasan itu kan minta muridnya makan di sekolah.vtapi para murid tidak mau makan disana karena tukang masaknya 'kemproh' atau kurang bisa menjaga kebersihan," kata Vivi (samaran), salah satu wali murid, saat memberikan informasi Rabu (06/02) siang.

Karena Kasek Abdul Malik dianggap tidak mampu bekerja sama dengan yayasan hanya karena masalah sepele tersebut, pihak yayasan berkirim surat ke Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung agar dilakukan pergantian kepala sekolah.  "Itu sangat terlalu. Pak Malik itu jadi kepala sekolah dicintai anak-anak kami. Beliau masih muda, rela mengorbankan sebagian gajinya untuk murid yang kurang mampu bahkan untuk sekolah," ungkap Vivi.

Sekitar seminggu ini, menurut Vivi, Abdul Malik telah dipindah ke salah satu madrasah ibtidaiyah di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel. Para wali murid tidak terima dan meminta agar yayasan mengembalikan Abdul Malik ke MI Al Falah. 
"Besok kami mau demo ke sekolah. Kami minta yayasan dan kemenag mengembalikan Pak Malik ke MI Al Falah lagi," tandasnya.

Senada dengan Vivi, wali murid lainnya, SN, mengatakan jika kepemimpinan Malik mampu membuat sekolah diminati anak-anak didik. Bahkan, jika sebelumnya MI Al Falah sepi, kini murid di sekolah swasta tersebut cukup banyak. 

Harusnya yang muda dan loyal seperti Pak Malik ini dipertahankan dan justru yayasan perlu menambah orang seperti dia. Tapi kenapa malah disisihkan karena dianggap tak mampu memengaruhi murid untuk makan di sekolah," kata SN.

SN juga mengatakan, selama seminggu ditinggal Malik, murid di MI Al Falah seperti kehilangan orang tua. Para murid kehilangan semangat, bahkan banyak yang malas untuk pergi ke sekolah. 

"Dia sangat di cintai muridnya, bahkan orang tua murid seperti saya. Makanya kami ingin dia tetap menjadi kepala sekolah disana," kata  SN.

Abdul Malik yang kini telah pindah tugas saat dikonfirmasi tidak mau memberikan komentar terlalu banyak. Menurut dia, persoalan yang terjadi di MI Al Falah sepenuhnya dikembalikan kepada yayasan, wali murid dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.  "Maaf saya tidak mau komentar terkait masalah itu," kata Malik.

Sementara itu, pengurus yayasan saat Tulungagung TIMES mendatangi sekolah tidak berada di tempat. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close