Operasi Tumpas Narkoba, Polres Tulungagung Ungkap Puluhan Kasus

Jum'at, 08-02-2019 - 13:48 WIB Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar saat menasehati para pelaku penyalahgunaan narkoba. (foto :  joko pramono/jatimtimes) Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar saat menasehati para pelaku penyalahgunaan narkoba. (foto : joko pramono/jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Satreskoba Polres Tulungagung tak main-main dalam membasmi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya.  Buktinya, selama Operasi Tumpas Narkoba 2019 yang digelar selama 2 minggu, polres yang dinakodai  AKBP Tofik Sukendar itu berhasil mengamankan 38 pelaku kejahatan narkotika.

"Operasi tumpas yang digelar selama 2 minggu sejak 26 Januari hingga 6 Februari berhasil menangkap 38 pelaku," ujar AKBP Tofik Sukendar dalam press release Operasi Tumpas Narkoba Polres Tulungagung, Jumat (8/2/19).

Pengungkapan ini  melebihi target dari perintah satuan atas untuk mengungkap 4 kasus. Polres Tulungagung malah berhasil mengungkap 25 kasus. 

Banyaknya pengungkapan kasus ini mengindikasikan peredaran narkoba di Tulungagung sudah kian mengkhawatirkan.
"Hal tersebut bisa dikatakan iya dan hal itu bukan dikatakan sebagai prestasi karena narkoba sudah betul-betul mengancam masyarakat Tulungagung," tegas kapolres.

Ke-24 pelaku itu ditangkap dalam 11 kasus narkotika. Sedangkan  11 pelaku lainnya atas kasus peredaran obat keras tanpa izin dan 3 pelaku atas kasus peredaran miras ilegal.  
Dari  38 pelaku,  2 di antaranya berjenis kelamin perempuan. 

Selain pelaku,  turut pula diamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan gram sabu,  ribuan pil double L, alat isap sabu (bong),  uang jutaan rupiah, dan HP berbagai merek.  "Kami amankan pula 24,42 gram sabu,  3.081 pil double L,  serta uang tunai Rp 3.855.000" terang kapolres lebih lanjut.

Dari penangkapan ini,  polisi erhasil mengungkap pemasok sabu lintas Kabupaten. Satu jaringan Blitar-Kediri-Tulungagung dan jaringan Tulungagung-Madiun. "Kami  berhasil amankan pemasok sabu jaringan Tulungagung-Blitar atas nama RK dengan barang bukti 19,50 gram sabu," terangnya lebih lanjut. 


Selain itu,  diamankan pula residivis kasus penyalahgunaan narkoba atas nama Dani Prasetyo alias Mengong yang ditangkap sepekan pasca-bebas dari penjara. "BB yang kami amankan sebanyak 1,6 gram sabu," kata pria ramah itu. 

Dari penangkapan Mengong, polisi masih mengejar kurir narkoba jaringan Tulungagung-Madiun FB yang hingga kini masih buron.  Meski operasi tumpas telah berakhir,  perburuan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba akan terus dilakukan. "Apa gunanya kita punya satuan reskoba kalau tidak bertugas memerangi narkoba," pungkas kapolres. 

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close