Gara-Gara "Ondo" Dirusak Menantu, Orang Tua di Mirigambar Aniaya Anak Sendiri

Sabtu, 09-02-2019 - 12:01 WIB Ilustrasi, net Ilustrasi, net

TULUNGAGUNGTIMES – Hanya perkara ondo (tangga), pria yang bernama Setio Budi warga Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung harus berurusan dengan polisi. Bukan tanpa alasan, Setio Budi dilaporkan oleh anaknya sendiri yakni Diah Ayu Fitria (22) yang kini telah menjadi warga Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan.

"Laporan yang masuk berupa tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di rumah orang tua korban di Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji Sabtu (09/02) pagi.

Kejadian dugaan KDRT bermula saat Jumat (08/02) sekira pukul 18.00 WIB pada saat Fitria berkunjung kerumah bapak kandungnya yang beralamat di Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol.
"Terlapor ini tanpa alasan yang jelas sedang berada di belakang rumah dan merusak sebuah tangga yang terbuat dari kayu menggunakan sebuah sabit," ungkap Sumaji.

Mengetahui Setio Budi merusak tangga kayu, selanjutnya oleh saksi yang bernama Musrifah ditegur dengan berkata “Maksudmu apa kok tangga kamu rusak?“.

"Kemudian oleh terlapor dijawab “Jangan buat masalah, kan tangga saya juga sudah dirusak orang lain (menuduh suami korban Fitria sebagai orang yang merusak tangga miliknya)," kata Sumaji menirukan laporan korban ke kepolisian.

Mendengar jawaban sang ayah, Fitria lantas menjawab "Siapa yang mengatakan kalau menantumu sebagai orang yang merusak tangga,". Namun justru sama Setio Budi yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri ditimpali “Kamu jangan ikut - ikut ini bukan urusanmu,".

"Kemudian pada posisi berdiri terlapor langsung membenturkan kepalanya kearah muka korban sebanyak 1 kali yang tepat mengenai bibir bagian bawah hingga korban mengalami luka sobek," terangnya.

Menerima perlakuan demikian, Fitria tak dapat menerima dan sesaat setelah kejadian Setio Budi masih cekcok dengan saksi Musrifah namun Fitria berhasil melerai.
"Dengan kejadian yang dialaminya korban merasa tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulungagung guna proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close