Terbuat dari Botol Plastik hingga Alang-Alang, Ini 5 Tempat Tinggal yang Tidak Biasa

Minggu, 10-02-2019 - 10:27 WIB Pulau yang terbuat dari botol bekas. Pulau yang terbuat dari botol bekas.

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Manusia membutuhkan tempat tinggal untuk melanjutkan kehidupan. 

Kebanyakan orang akan tinggal disebuah pedesaan atau perkotaan agar mudah untuk bersosialisasi dan mencari kebutuhan hidup. 

Namun ada juga orang-orang yang mencari dengan tempat tinggal yang tidak seperti pada umumnya. Berikut 5 tempat tinggal yang tidak biasa:

1. Pulau Botol Plastik

Seorang arsitek Richart Sowa membangun pulau sendiri dengan menggunakan botol plastik lebih dari 150 ribu botol bekas. 

Ia pun sudah nyaman dengan tempat tinggal yang dibuatnya sejak tahun 2008 lalu. 

Pria yang juga seniman di Inggris itu pertama kali membuat tempat tinggal terapung pada tahun 2005. 

Dengan bantuan tukang kayu, Sowa membangun landasan kokoh untuk pulau sepanjang 25 meter yang bisa menahan badai. 

Setelah 7 tahun bekerja keras bisa berdiri dengan  rumah tiga lantai terbuat dari kerang. 

Terdiri dari kamar, dapur, 3 kamar mandi dan mesin cuci bertenaga gelombang.

Sebuah kabel 30 meter terbuhungbkr  pantai. Dan menyediakan aliran listrik bertenga surya, air, dan akses internet. 

Di rumah itu juga terdapat beragam kebutuhan, untuk makan Sowa menanam buah-buahan dan sayur-sayuran yang bisa ditanam di pasir dan tanah.

2. Pulau Terpadat di Dunia

Jika kalian menganggap pulau Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia, salah. Pulau Bungin yang terpada di Indonesia bahkan di dunia. 

Pulau yang terletak di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat itu perbandingan luas dan penduduknya sangat jauh. 

Dengan luas 8,5 hektar, pulau itu ditinggali oleh 3.500 orang padahal jumlah idealnya 800-1.600 orang. 

Demikian juga jarak antara rumah penduduk berbentuk rumah panggung, nyaris tidak ada lahan kosong yang luas kecuali sekolah dasar, masjid, dan kantor desa. 

Di pulau Karang berbentuk bulat, tradisi setiap menikah harus menyusun batu-batu arang digunakan untuk membuat pondasi bersama istri dan keturuannya kelak. 

3. Pulau Alang-Alang

Umumnya pulau terbentuk dari pasir, tanah, bebatuan, beda halnya dengan kepulauan Uros di danau perbatasan Peru dan Bolivia ini hanya menggunakan rumput alang-alang. 

Uros merupakan pulau buatan yang terbuat dari susunan totora sejenis alang-alang dan mengambang di tas danau tersebut. 

Meski terbuat dari tanaman pulau itu tetap mengapung di atas danau Titikaka. 

Di atas danau ini mengapung mengapung sekitar 4 pulau setiap pulau juga disebut sebagai desa Uros karena hanya memuat satu desa. 

Setiap desa biasanya terdiri dari 8 kepala keluarga setiap harinya melakukan aktivitas di batas alang-alang itu. 

Alang-alang yang digunakan itu tumbuh secara alami di tepi danau. 

Untuk bertahan hidup ditengah kesederhanaan mereka memancing ikan dan membuat kerajinan dari alang-alang kepada wisatawan yang datang. 

4. Perumahan Tanah Liat

Sebuah desa di Bufina Faso Afrika Barat , rumah di desa itu terbuat dari tanah liat.

Tetapi tidak polos begitu saja, tapi dilukis dengan sebuah simbol-simbol dengan memiliki makna dalam masyarakat. 

Selain denhan tanah liat dan penuh simbol, rumah di desa ini punya ciri khas yakni pintunya dibuat sangat kecil. 

Ukurannya setengah dari pintu biasanya. Rupanya pintu yang dibuat dikecil merupakan dari bagian ke amanan di dalam rumah. Jadi tidak sembarang orang bisa masuk. 

Hal terlarang di desa ini memakai baju berwarna merah dan memabawa payung. 

Hanya boleh membawa bagi yang dianggap bangsawan.

5. Di Atas Mal

Mal of Indonesia, di Kelapa Gading Jakarta itu ada perumahan elit The Villa‚Äôs. Tidak jauh berbeda dengan perumahan pada umumnya. 

Hanya daja jika membeli rumah di sana tidak dapat membeli tananhnya.

Pemandangan  semacam itu juga terjadi di China. Seiring dengan penduduk yang bertambah membuat lahan pemukiman sehingga menjadi mahal karena terbatasnya lahan.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close