Selama 1,5 Tahun Dugaan Pembunuhan di Ketanon Ini Dianggap Hanya Laka Kereta Api, Kok Bisa?

Minggu, 10-02-2019 - 20:15 WIB Ilustrasi / Medsos Ilustrasi / Medsos

TULUNGAGUNGTIMES – Kasus dugaan pembunuhan yang telah sekitar 1,5 tahun lalu, akhirnya dilaporkan ke Mapolres Tulungagung Jumat (20/02) lalu. Kasus ini sempat terhenti karena polisi masih belum menemukan rangkaian perbuatan yang mengakibatkan seorang remaja bernama M. Ichwan (23) Mahasiswa, warga Candirejo RT 02, RW 02, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. 

"Pihak keluarga yaitu ibu korban melaporkan kejadian dan memberikan kronologi sebelum korban diketahui meninggal dunia dalam rangkaian peristiwa kecelakaan kereta api di desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji Minggu (10/02) siang.

Keluarga atau ibu kandung Ichwan yakni Sutiah (47) melaporkan seorang yang bernama Wahyudi (47) warga dusun Manggiran Desa Cangu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Dalam laporannya Sutiah menyampaikan kronologi atas dugaan pembunuhan, pasalnya pada pada hari jumat tanggal 20 Oktober 2017 sekira pukul 14.00 wib Wahyudi minta tolong diantarkan oleh Ichwan pergi ke Tulungagung untuk mengambil gadaian sepeda motor. "Sebelum berangkat korban berpamitan kepada orangtuanya untuk ikut mengantarkan terlapor  ke daerah Desa Poluwan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar," jelas Sumaji.

Namun, sampai dengan pukul 10.00 wib hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2017 pihak keluarga mendapat informasi dari Polsek Ponggok Blitar bahwa ada terjadi peristiwa kecelakaan kereta api di wilayah Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. "Setelah dilakukan croscek oleh pihak keluarga korban di rumah sakit Iskak ternyata korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut memang benar merupakan anak dari pelapor," jelasnya

Sutiah merasa ada kejanggalan dari kejadian yang menimpa anaknya dikarenakan pada saat berangkat bersama dengan Wahyudi, Ichwan mengendarai sepeda motor Honda Beat tahun 2013 warna Hitam No Pol AG 5873 II, serta juga membawa uang tunai sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) namun pada saat kejadian dilintasan rel kereta api yang masuk desa Ketanon, sepeda dan uang tunai milik Ichwan tidak berada di tempat (hilang). "Karena adanya kejanggalan selanjutnya pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulungagung guna proses lebih lanjut," pungkasnya.
 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close