2 WNA di Tulungagung Masuk dalam DPT, Ini Permintaan Bawaslu

Jum'at, 08-03-2019 - 16:46 WIB Anggota Bawaslu Tulungagung, Endro Sunario (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES) Anggota Bawaslu Tulungagung, Endro Sunario (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Dua warga negara asing (WNA) di Kabupaten Tulungagung terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan umum (pemilu) 17 April mendatang. Keduanya saat ini masih berada di Tulungagung.


"Kami temukan 2 WNA yang masuk dalam DPT," ujar ketua Bawaslu Tulungagung melalui anggotanya Endro Sunarko sing tadi, Jum'at (8/3/19).


Kedua WNA yang berasal dari Kepulauan Windsor (persemakmuran Inggris) dan Liberia itu ditemukan saat pihaknya mendalami temuan 7 WNA Tulungagung yang mempunyai E-KTP. 


Ke 7 WNA tersebar di wilayah kecamatan Kalidawir, Pakel, Ngantru dan Kota. Dari 7 WNA, baru 6 yang terdeteksi keberadaannya, sedang 1 WNA masih belum diketahui. 


Mereka berasal dari negara Liberia, Singapura, Kep. Windsor, Pakistan, Taiwan dan India.


Untuk WNA yang terdaftar dalam DPT saat ini terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Ngantru. 

Lantaran WNA tidak mempunyai hak pilih dalam pemilu, pihaknya meminta pada komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung untuk mencoret keduanya dari DPT. 

"WNA ini tidak mempunyai hak pilih, maka (harus) dicoret," ujarnya lebih lanjut. 

Saat disinggung alasan WNA itu menetap di Tulungagung, Endro masih belum mendalami alasan mereka tinggal.

"Ini yang belum kami telusuri," katanya ada awak media. 

Pasalnya saat melakukan pendalaman terhadap ke 7 WNA itu, pihaknya hanya memastikan WNA itu masuk DPT atau tidak. 

Jumlah WNA yang ada di Tulungagung kemungkinan besar bisa bertambah. Untuk itu pihaknya meminta pada masyarakat agar melaporkan pada pengawas dan pelaksanaan pemilu jika menemukan ada WNA di wilayahnya.

Sementara itu pihak KPU Tulungagung saat dikonfirmasi terkait WNA yang terdaftar dalam DPT enggan berkomentar.

"Kalau terkait itu langsung ke Kemendagri," ujar salah satu anggota KPU yang enggan disebutkan namanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tulungagung, Justi Taufik membenarkan jika ada WNA yang mempunyai E-KTP.

Namun untuk mendapatkan E-KTP itu,  ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh WNA.
persyaratan itu ditentukan oleh pihak Imigrasi, pihaknya hanya bertugas mencetak E-KTP. 

"Syaratnya mempunyai kererangan ijin tetap (KITAP)," kata Kadispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik.

Selain KITAP, WNA itu juga diharuskan mempunyai pasport dan Visa untuk mempunyai E-KTP yang masa berlakunya cuma 2 tahun. 

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close