Tradisi Pladu, Ribuan Orang Berebut Ikan Mabuk di Kali Brantas Tulungagung

Selasa, 12-03-2019 - 13:48 WIB Musim Pladu / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Musim Pladu / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Pembersihan waduk di bendungan Wlingi Blitar berimbas pesta ikan mabuk di aliran Sungai Brantas Tulungagung Senin (11/3) pagi. 

Tampak ribuan orang antri sejak petang hari untuk mendapatkan rezeki berupa ikan air tawar yang tinggal dipungut karena kebanyakan ikan telah mati dan mabuk. 

"Saya subuh sudah di sini, sekitar jam 6.00 atau jam  7.00 WIB tadi baru ikan mabuk dan kami turun ke sungai membawa alat ini," kata Ali (33) warga Pulosari Ngunut saat dikonfirmasi di pinggir sungai.

Karena dapat ikan tawar hingga satu karung penuh, Ali pulang sekitar jam 10.00 WIB, untuk segera membuat bumbu buat digoreng dan sebagian akan dibagikan pada kerabatnya. 

"Airnya banyak, jadi lumayan dapat ikan. Nanti akan dimasak sendiri dan saya berikan kakak serta tetangga yang mau," jelasnya sambil tertawa senang.

Berbeda dengan Fikri, Lukman (22) warga Ngantru yang juga turut menikmati hasil dari musim pladu (istilah musim ikan mabuk-red) tahun ini. 

Dirinya yang tidak berani turun ke sungai dapat membawa ikan sekitar 3 kilogram dari pembelian yang dilakukan dipinggir kali. 

Menurutnya, tiap musim pladu tiba dirinya selalu datang ke sungai dan menunggu ikan yang dijual 

"Ini tadi saya beli, ikan pladu ini lebih enak daripada ikan hasil obat atau strom, tiap musim pladu saya rutin berburu ikan dari warga yang mau menjual," jelasnya.

Rutinitas pembuangan air yang diikuti terbawanya sedimen lumpur menyebabkan spesies ikan serta aneka biota sungai mabuk, sehingga menjadi sasaran perburuan warga.

Baik di sungai besar seperti Sungai Brantas dan sungai primer atau sekunder lain, tradisi pladu menjadi tradisi yang ditunggu warga Tulungagung.

Jika tidak waspada, tradisi ini bisa membuat warga terpeleset dan masuk air serta berakibat fatal. 

Beberapa kali terjadi, karena kurang hati-hati ada warga yang tenggelam dalam air dan tewas.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close