Senergitas Polisi dan Ulama, Para Kiai Ingatkan Bahaya Ormas Anti Pancasila

Selasa, 12-03-2019 - 20:34 WIB Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar bersama Ulama Se Kabupaten Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar bersama Ulama Se Kabupaten Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Aparat kepolisian kian intensif merangkul banyak kalangan untuk mewujudkan pemilu damai. Selasa (12/3) Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menggelar Silaturahim dengan Ulama se Kabupaten Tulungagung dalam rangka Sinergitas Untuk Mewujudkan Pemilu Yang Aman Damai.

Selain ulama, tampak hadir sekretaris Daerah Pemkab Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung, Kasdim 0807 Tulungagung dan seluruh pejabat utama Polres serta Kapolsek se Kabupaten Tulungagung. "Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap undangan yang telah berkenan hadir dalam acara Silaturahim. Dalam pengamanan Pemilu 2019 Polri tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan dari semua elemen TNI, Pemkab, Ulama dan elemen masyarakat, oleh karena itu semua pihak harus bersinergi sehingga tercipta situasi pemilu yang aman damai dan sejuk," kata Tofik Sukendar dalam sambutannya.

Bagi kepolisian, peran ulama sangat penting sebagai salah satu komponen yang dibutuhkan untuk menentramkan masyarakat oleh karena itu mengajak alim ulama untuk untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan yang sudah tertata 
"Siapapun nanti yang terpilih menjadi pimpinan tetap jaga ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Watoniyah," terang Kapolres yang dikenal dekat dengan masyarakat kota marmer itu.

Tofik juga berharap agar menguatkan kerja sama dan bangun toleransi antar umat beragama sehingga suasana tercipta suasana yang kondusif di Wilayah Kabupaten Tulungagung.

Sementara itu, dalam ceramah yang disampaikan oleh ketua Tanfidziyah PCNU KH. Abdul Hakim Mustofa, masyarakat harus belajar dari sejarah bahwa kejayaan dan kehancuran umat / bangsa terdahulu tidak dapat dipisahkan dari moralitas bangsa. "Kemerdekaan negara tidak hanya diperjuangkan oleh satu kelompok sehingga menjaga sinergitas sangat penting karena tanpa kebersamaan akan sulit mempertahankan kemerdekaan bangsa," jelas Hakim.

Pemilu 2019 bagi menurut Hakim, sangat menguji sikap kepancasilaan dikarenakan banyak fitnah dam hoax namun demikian jika mau menggunakan akal dan akhlaq tidak akan mudah terpengaruh. "Negara Indonesia sudah sangat teruji, dari berbagai penjajahan dan upaya pemberontakan dan HTI yang mengusung paham khilafah sudah dibubarkan oleh pemerintah namun saat ini ada komunitas KARIM yang menyerang anak remaja usia sekolah yang mempunyai propaganda HTI," pesan Hakim.

Pancasila sudah sangat sesuai dengan agama Islam, jika ada kelompok tertentu yang menolak Pancasila berarti kurang memahami isi sila yang tercantum dalam Pancasila. "Semua Ormas Islam baik NU, Muhammadiyah dan LDII walaupun punya sedikit pemahaman yang berbeda dalam agama namun punya hak dan komitmen yang sama yaitu NKRI harga mati," tegasnya.

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close