3 dari 5 Wilayah di Tulungagung Rawan Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 13-03-2019 - 18:37 WIB Ka BNNK Tulungagung AKBP Djoko Purnomo (tengah) (foto: Joko Pramono/Jatimtimes) Ka BNNK Tulungagung AKBP Djoko Purnomo (tengah) (foto: Joko Pramono/Jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Tingginya penyalahgunaan narkoba di Tulungagung membuat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung membuat gebrakan baru. Gebrakan itu dengan memetakan wilayah di Kabupaten Tulungagung yang dianggap rawan penyalahgunaan narkoba. 

Dari pembagian 5 wilayah di Tulungagung, 3 di antaranya dianggap rawan. Daerah itu antara lain wilayah timur, selatan dan wilayah tengah. "Dari pemetaan daerah, yang paling rawan Tulungagung bagian timur, selatan dan tengah," ujar Kepala BNNK Tulungagung AKBP Djoko Purnomo, Rabu (13/3/19).

Penentuan daerah rawan narkoba itu berdasarkan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba, baik yang ditangkap oleh BNNK maupun oleh Polres Tulungagung. Juga berdasarkan banyaknya pengguna narkoba yang direhabilitasi dan atas saran kanit binmas dari tiap polsek di Tulungagung terkait situasi penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.

"Ngunut itu termasuk salah wilayah yang rawan (penyalahgunaan narkoba) di wilayah timur Tulungagung," ujar Djoko lebih lanjut.

Untuk wilayah tengah atau kota, Kelurahan Kuthoanyar juga menjadi wilayah yang rawan penyalahgunaan narkoba. Sedangkan di wilayah selatan, daerah rawan penyalahgunaan narkoba didominasi wilayah pegunungan. "Rawannya di wilayah itu banyak bandarnya atau penggunanya yang ditangkap," terang Djoko. 

Djoko juga jelaskan adanya fenomena lama yang terulang. Yakni beberapa bhabinkamtibmas mengamankan sejumlah pelajar SMP yang kedapatan pesta ngelem (menghirup lem). "Mereka (pelajar SMP) pesta ngelem. Mereka ditangkap oleh bhabinkamtibmas dan perangkat desa," paparnya. 

Selanjutnya setelah ditetapkan sebagai daerah rawan penyalahgunaan narkoba, 3 wilayah itu akan ditingkatkan penindakan lebih lanjut seperti sosialisasi dan tindakan konkret lainnya. "Di tiga wilayah yang dinyatakan rawan itu terindikasi ada bandar (narkoba)-nya," terangnya lebih lanjut.

Banyak kegiatan atau transaksi narkoba di 3 wilayah itu. Rata-rata narkoba yang beredar di Tulungagung berasal dari luar kota. Seperti tangkapan BNNK Tulungagung beberapa waktu lalu yang berhasil cokok kurir sabu ratusan gram. 

Kurir berinisial AW itu dicokok saat antar sabu seberat 280 gram senilai Rp 392 juta ke Tulungagung.  Penangkapan dilakukan pada Selasa (19/2/19) lalu sekitar pukul 7 pagi.

Sebelum mencokok AW, petugas BNNK Tulungagung telah mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman sabu dari Surabaya ke Tulungagung. Dari hasil interogasi, pengiriman sabu ini sudah masuk jaringan nasional peredaran sabu. 

Pada bulan Maret tahun 2018 lalu, BNNK Tulungagung juga berhasil menangkap bandar narkoba di wilayah Ngunut dengan barang bukti 392 gram sabu.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close