Ahli Waris Lapor Polisi Soal Pengemplangan Hadiah, Kades Ngentrong Salahkan Dispenda dan Siap Ganti Motor Baru

Selasa, 09-04-2019 - 20:25 WIB Kepala Desa Ngentrong, Mujito / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Kepala Desa Ngentrong, Mujito / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Dua orang ahli waris almarhum Jairan, Warga RT 7 RW 02 Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung, akhirnya melaporkan dugaan penggelapan hadiah sepeda motor yang seharusnya menjadi haknya. Kedua orang yakni Mukri (52) dan Musrini (49) yang merupakan anak kandung Jairan mendatangi Mapolres Tulungagung setelah mediasi yang dilakukan oleh dinas pendapatan daerah (Dispenda) buntu.

"Saya tadi disuruh tanda tangan untuk menerima sepeda motor pengganti hadiah, saya menolak dan mengatakan masih mau musyawarah dengan keluarga," kata Musrini saat di depan Dispenda Selasa (09/04) siang.

Dirinya memastikan menolak dan memilih melanjutkan melaporkan masalah tersebut ke polisi lantaran kepala desa dianggap tidak jujur sejak awal. "Seharusnya sejak awal jujur dengan kami, tapi ternyata mereka tidak jujur bahkan mengambil hadiah yang menjadi hak kami," terangnya.

Dirinya kemudian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk menuntut agar masalah tersebut diproses hukum
"Saya sudah lapor, tapi masih diminta melengkapi berkas," terangnya.

Kepala desa Ngentrong, Mujianto mengakui telah mengambil sepeda motor hadiah warganya itu. Namun dirinya mengaku tidak mau disalahkan lantaran saat mengambil hadiah itu dirinya tidak memakai identitas almarhum Jairan dengan alamat RT 7 RW 02, melainkan menggunakan Jairan dengan alamat dusun Tegir desa Ngentrong. "Jika saat itu salah secara administrasi kan tidak akan diberikan hadiahnya, jika akhirnya diberikan siapa yang salah?" terangnya.

Dirinya juga mengaku jika kesalahan baru diketahui empat tahun setelah hadiah telah diterima olehnya. Hal itu menurut Mujianto aneh dan terkesan hanya mencari kesalahan pada dirinya lantaran ada unsur politik dalam kasus ini. "Sudah empat tahun berlalu masalah masih dibuka sekarang, saya yakin ini ada unsur politik atau kepentingan," papar Mujianto

Namun demikian sebagai kepala desa dirinya beritikad baik dengan bersedia mengganti sepeda motor yang telah telanjur dipakai itu dengan sepeda motor baru. "Saya ganti dengan yang baru, saya harap ini bisa diterima oleh keluarga atau hak warisnya," harap Mujito

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswoyo mengaku telah menerima informasi dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Kita lihat masalahnya, kita selidiki guna proses lebih lanjut," terangnya.

Kasus ini bergulir saat Almarhum Jairan mendapatkan hadiah undian dari Dispenda Kabupaten Tulungagung lantaran tertib membayar pajak pendapatan sebulan sebelum jatuh tempo. Namun, saat undian dimenangkan keluarga atau anak yang seharusnya menjadi hak waris tidak pernah mengetahui hadiah yang seharusnya menjadi miliknya.

Proses pengambilan hadiah dilakukan oleh kepala desa melalui perangkatnya yang bernama Supardi. Selang empat tahun berlalu, kasus ini terkuak dan sepeda motor yang terlanjur dipakai Mujianto di soal oleh keluarga Almarhum Jairan dan warga desa Ngentrong.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close