Tak Profesional, KPU Dan Bawaslu Tulungagung Diadukan ke DKPP Oleh JAMPPII

Kamis, 11-04-2019 - 20:41 WIB Ali sodik saat mendatangi DKPP di Jakarta / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Ali sodik saat mendatangi DKPP di Jakarta / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Independen Indonesia (JAMPPII) mendatangi gedung Dewan kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) dan menyampaikan  adanya dugaan pelanggaran kode etik oknum Bawaslu dan oknum KPU Kabupaten Tulungagung, di Jakarta Kamis (11/04) siang. 

Mereka menuntut agar DKPP segera Turun ke Tulungagung karena menurut JAMPPII, banyak dugaan terjadinya pelanggaran kode etik baik oleh Bawaslu dan KPUD Tulungagung.

"DKPP harus  mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi bagi  jajaran penyelenggara Pemilu di Tulungagung. Kami menilai kinerja Bawas dan KPUD Tulungagung perlu dievaluasi bersama  yang dimana dapat merugikan pelaksanaan pemilu tahun ini," kata Raden Ali Shodik ketua JAMPPII Kabupaten Tulungagung.

Dalam penjelasannya, JAMPPII menduga Bawaslu dan KPUD tidak serius bekerja dan diduga  berpihak kepada beberapa kepentingan kelompok. Selaku pemantau dan mempunyai Jaringan, JAMPPII mengingatkan agar Bawaslu dan KPUD tidak main-main terhadap pemilu serta penyelenggara harus netral dan profesional.

“Terkait dengan aduan kami yang disampaikan adalah terkait kode etik dari 2 lembaga tersebut. Kami mohon kepada Tim DKPP untuk turun ke Tulungagung," jelas Gus Ali.

Menanggapi aduan ke DKPP, Ketua KPUD Tulungagung mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang diadukan.
"Kami secara umum adalah komisioner KPU Tulungagung yang baru, karena baru dilantik 1 April 2019 kemarin, untuk periode 2019-2024," kata Mustofa.

Sehingga menurutnya, tentang apa yang dilaporkan Ketua JAMPPII kepada DKPP Komisioner KPU saat ini belum tahu. "Tapi apapun itu, kami menghormati dan menghargainya, oleh karenanya secepatnya kami akan berkoordinasi dengan Kawan-kawan JAMPPII, untuk merespons apa yang diharapkan," jelasnya.

Sementara itu, pihak Bawaslu Tulungagung saat dikonfirmasi melalui ketuanya Fayakun belum memberikan respons terkait pelaporan yang disampaikan JAMPPII ke DKPP ini.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close