Detik-detik Prabowo Menangis Ketika Berhadapan dengan Ustad Somad

Kamis, 11-04-2019 - 21:36 WIB Screenshot video. (Youtube) Screenshot video. (Youtube)

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Ulama kondang ustaz Abdul Somad atau yang dikenal dengan sapaan UAS menemui calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut ditayangkan eksklusif di TVOne pada Kamis petang, 11 April 2019. Pertemuan tersebut diiringi dengan tangis Prabowo di beberapa momen.

Dalam pertemuan tersebut, Ustaz Somad menyampaikan anjuran dari para ulama-ulama suci di seluruh penjuru negeri yang ia jadikan guru spiritualnya untuk memilih Prabowo. Bahkan tak hanya para ulama, seluruh umat yang ia temui pun turut mendukung Prabowo.

Bahkan ia mengaku susah mengawali ceramah lantaran orang-orang yang mengangkat dua jarinya begitu Ustaz Somad menaiki panggung. Hingga protokol pun sampai melarang para jamaah mengacungkan jari. "Rata-rata di mana-mana, dari mulai ujung Aceh sampai Pulau Madura sampai ke Sorong. Umat berharap besar. Itu yang saya lihat," ujarnya kepada Prabowo.

"Jadi ada 2 dukungan, ulama dengan umat," imbuh Somad.

Prabowo pun kemudian meminta saran kepada Ustaz Somad. Somad menyatakan bahwa ujian yang dihadapi Prabowo sangat besar. Untuk itu, Somad menasihati Prabowo untuk tabah. "Bapak tabah, kuat, serahkan pada Allah," ucapnya.

Lebih lanjut Somad juga meminta Prabowo untuk menjadi pemimpin yang adil. "Kalau Bapak adil seluruh negeri ini akan mendapatkan keadilan," imbuhnya.

Somad kemudian bercerita mengenai dirinya yang mengikuti ijtima' ulama. Setelah para ulama berkumpul dan memutuskan untuk memilih Prabowo, ia tidak lantas menentukan pilihan. Meski dalam dakwahnya di seluruh Indonesia semua umat juga memilih Prabowo.

"Karena mata kita kan kadang tertipu. Saya khawatir, jangan-jangan saya tertipu dengan Pak Prabowo. Oleh sebab itu saya cari ulama yang tidak mashur, tidak populer," ceritanya.

Selanjutnya, Somad mencari pencerahan dengan menemui ulama-ulama yang tidak terkenal, ulama-ulama yang mata batinnya bersih dan tidak memerlukan materi.

Ulama pertama yang ditemui Somad bercerita bahwa ia telah 5 kali bertemu dengan Prabowo. "Kalau mimpi 1 kali boleh jadi dari setan, 5 kali dia mimpi dia lihat Bapak maka itu sinyal dari Allah," ungkapnya.

Tak puas sampai di situ, Somad menemui lagi ulama di tempat lain. Dan tatkala bersalaman dengan ulama tersebut, dia berbisik satu nama yakni Prabowo. "Bapak disebut ulama-ulama yang tidak dikenal, bukan viral seperti saya," imbuh Somad.

Satu lagi ulama didatangi Somad adalah ulama yang unik. Ulama tersebut tidak mau makan nasi kalau berasnya dibeli di pasar. Jadi berasnya ditanam sendiri karena takut riba. Mau minum pun dari sumur sendiri. Ulama tersebut diceritakan Somad tidak mau menerima tamu perempuan.

"Saya takut diusir karena niatnya tidak baik. Tapi saya nekat datang. Setengah jam dia bicara empat mata dengan saya. Di akhir pertemuan pas mau pulang dia bilang, 'Prabowo," cerita Somad.

Prabowo pun menyimak dengan saksama. Somad kemudian mengingatkan mengenai fitnah yang akan menimpa Prabowo. Di sini terlihat Prabowo mengusap air matanya. Tepatnya pada menit ke 8.30. "Hanya saja tentu fitnah itu banyak," ujarnya diikuti dengan Prabowo yang mengusap air matanya.

Somad berpesan, apabila Prabowo menjadi presiden, ia meminta agar Prabowo tidak mengundangnya ke istana. Ia juga meminta agar tidak diberi jabatan apapun. Dikatakan Somad bahwa dukungan dari para ulama ini merupakan anugerah besar sekaligus juga ujian besar.

Somad pun mengakhiri bincangnya dengan Prabowo dengan memberikan dua benda, yakni minyak wangi dan tasbih kesayangan Somad dari Persia. "Simbolnya supaya bapak menebarkan keharuman di negeri ini," ucapnya kepada Prabowo.

Prabowo yang terlihat mengusap lagi air matanya pada menit ke 10.06. Sementara itu, tasbih kesayangan itu diberikan kepada Prabowo agar Prabowo banyak berzikir karena hati seorang pemimpin tidak boleh kosong. "Apa yang terjadi setelah ini kita serahkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala," pungkasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close