Maling Kayu yang Beraksi Bak Film Laga Dilumpuhkan Polisi

Jum'at, 12-04-2019 - 17:37 WIB Pelaku Gepeng dan barang bukti diamankan. / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES Pelaku Gepeng dan barang bukti diamankan. / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Tak Butuh lama, tim Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung berhasil membekuk Maryani (33), warga Dusun Kalijirak RT 2 RW 1 Desa Sumberbendo, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, pelaku pencurian kayu dan handphone dengan kekerasan yang terjadi di area Perhutani  petak 46 pada Selasa (09/04) lalu. Pria yang biasa dipanggil Gepeng itu ditangkap di pinggir jalan atau di Desa Sumberbendo, tempat dirinya tinggal.

"Kami tangkap saat pelaku berada di pinggir jalan. Karena masih berusaha melawan,  kami ambil tindakan terukur, yaitu melumpuhkannya," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Triwahyono, Jumat (12/04) sore.

Menurut Hendro, pelaku merupakan residivis yang telah dua kali masuk lembaga pemasyarakatan dalam kasus yang sama.
"Pelaku ini adalah residivis dan telah dua kali masuk lembaga pemasyarakatan," terangnya.

Dari tangan Gepeng, polisi mengamankan parang, gergaji dan sabit serta pakaian yang digunakan saat beraksi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Maryani atau Gepeng dilaporkan ke polisi lantaran melakukan upaya ilegal logging. Maryani juga dilaporkan atas dugaan kekerasan dan perampasan handpone milik petugas Perhutani.

"Terjadi di hutan petak 46 kawasan Desa Sumberbendo, Kecamatan Pucanglaban. Kejadiannya pencurian dengan kekerasan sebuah Hp," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji Rabu (10/04) siang.

Korban yang bernama Effrin Hastowiyono (45) merupakan pegawai Perhutani yang beralamat di RT 02 RW 01 Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban. Dia  melaporkan dengan kronologi bermula pada  Selasa (9/04) pukul 09.00 WIB, Effrin bersama saksi Mulyani sedang melaksanakan tugas sehari hari sebagai polhut mengawasi kayu hutan petak 46.

"Korban mendengar adanya suara pohon tumbang. Kemudian korban mendekati lokasi tersebut dan ternyata ada seseorang yang sudah dikenalnya  berada di lokasi sedang memotong ranting pohon kayu jati yang sudah tumbang," ungkap Sumaji.

Mengetahui hal itu, kemudian Effrin mengambil HP dan merekam perbuatan Maryani. "Mengetahui adanya petugas Perhutani, selanjutnya pelaku lari ke arah barat. Selang beberapa menit, pelaku datang kembali dengan mengunakan masker tutup muka dengan membawa senjata tajam berupa badok dan mendatangi korban," ungkap  Sumaji.

Selanjutnya Effrin ditabrak serta didorong dan Maryani menindihnya. Kemudian senjata tajam miliknya diletakkan atau ditempelkan di muka korban dengan cara ditekan keras.

"Sementara tangan kiri pelaku merebut HP korban dan korban sempat mempertahankan HP miliknya. Tetapi karena ada ancaman dengan mengunakan senjata tajam, korban merasa takut sehingga HP tersebut berhasil diambil pelaku. Akhirnya pelaku melarikan diri," pungkasnya. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close