Terungkap, Koper Buang Mayat Tanpa Kepala Ternyata Milik Ibu Eksekutor

Jum'at, 12-04-2019 - 18:02 WIB Rumah pelaku AS di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.(Ist) Rumah pelaku AS di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.(Ist)

TULUNGAGUNGTIMES, BLITAR – Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan pria tanpa kepala dalam koper yang ditemukan di Jembatan Karangggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Pelaku berinisial AS warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, diamankan Polda Metro Jaya di Jakarta pada Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan keterangan AS, polisi meringkus pelaku lain, yakni AJ, warga Kediri, yang kemudian menunjukan lokasi pembuangan potongan kepala korban di sebuah aliran sungai di Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri

Dari penangkapan AS, terkuak sebuah fakta jika koper hitam yang dipakai para pelaku untuk membuang mayat Budi Hartanto ternyata adalah koper milik ibu kandung AS. Keterangan ini diungkapkan NG (55), ibu AS, usai keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Blitar Kota.

"Bilangnya ke saya koper itu dijual dan laku Rp 200 ribu. Pas saya tanya katanya buat tambahan modal jualan nasi goreng," terang NG, Jumat (12/4/2019).

Ia mengungkapkan, AS mengatakan perihal koper yang dijual ini saat NG baru saja pulang salat subuh jamaah, Rabu (3/4/2019) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Artinya, dua jam sebelum koper tersebut ditemukan berisi mayat. "Iya Rabu pagi saya pas pulang salat jamaah," imbuhnya.

Sebelumnya, penemuan mayat dalam koper pada Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat geger warga Blitar. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala.

Polisi berupaya terus menguak tabir mutilasi mayat dalam koper dengan memeriksa kembali 18 saksi dan olah TKP ulang. Selain itu, polisi menyusuri Sungai Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. 

Setelah terus ditelusuri, identitas korban akhirnya tersingkap. Korban adalah Budi Hartanto (28). Dia berprofesi sebagai guru honorer di Kediri. Dua pelaku dan korban dari satu komunitas, yang diduga kuat berorientasi homoseksual. 

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close