Akhirnya Pemantau Kehutanan Laporkan Pembalakan Sonokeling ke Polres Tulungagung

Jum'at, 12-04-2019 - 19:19 WIB Ketua JPIK Tulungagung,  Ichwan saat melaporkan pembalakan kayu sono keling di jalan nasional Trenggalek-Tulungagung (foto: Joko Pramono/Jatimtimes) Ketua JPIK Tulungagung, Ichwan saat melaporkan pembalakan kayu sono keling di jalan nasional Trenggalek-Tulungagung (foto: Joko Pramono/Jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Ketua Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Tulungagung, Ichwan Musofa akhirnya melaporkan pembalakan puluhan pohon sonokeling ke Polres Tulungagung, Jum'at (12/4/19).

Sebab, penebangan pohon sonokeling di sepanjang jalur nasional Trenggalek hingga Blitar itu, ditengarai dilakukan tanpa dilengkapi dokumen resmi. "Dokumen kita (tentang pembalakan) dari JPIK dan PPLH  sudah diterima oleh polres," kata Ichwan yang juga menjadi ketua pusat pendidikan lingkungan hidup (PPLH) Mangkubumi.

Kayu sonokeling menurut Ichwan merupakan jenis kayu apendik 2 Cites. Untuk melakukan penebangan dan pengangkutan kayu jenis ini membutuhkan izin khusus dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Di Tulungagung sendiri ada sekitar 56 batang pohon yang diduga ditebang secara ilegal. Dalam laporan ini pihaknya juga menyertakan sejumlah foto aktivitas penebangan, serta koordinat lokasi pohon yang ditebang. "Kita temukan berupa tunggak-tunggak (pohon sonokeling)," terangnya lebih lanjut.

Pihaknya mencurigai pembalakan dilakukan oleh orang-orang lama. Pembalakan dilakukan dengan alasan perampasan dan penjarangan tanaman di jalan. "Oknum ini informasinya pensiunan pegawai di Bina Marga Provinsi tapi diperbantukan di jalan nasional," terangnya.

Lantaran tidak ada aturan terkait pembalakan di jalan nasional,  Hal itu dimanfaatkan bersama pedagang kayu. Ichwan menegaskan aksi pembalakan ini dilakukan secara sistematis dan sudah lama.

Pihaknya mengapresiasi penangkapan 8 terduga pelaku pembalakan kayu sejenis di Polres Trenggalek pada hari ini. Ichwan berharap hal ini menular ke Tulungagung.

Dilansir dari Tribunnews.com, Satreskrim Polres Trenggalek mengamankan 8 terduga pelaku pembalakan sonokeling. Delapan orang ini adalah terduga pelaku pembalakan liar pohon sonokeling di tepi jalan nasional Tulungagung dan Trenggalek.

Penangkapan dilakukan di wilayah Kediri. Polisi menyita satu truk plat hitam, AG 9043 RF. Di dalam bak truk ini berisi potongan kayu son keling. Satu dari orang yang ditangkap mengenakan seragam ASN.

Dari informasi yang didapat, ada satu ASN yang terlibat. Ia berinisial K, dibagian perampasan pohon. Dulunya K bertugas sebagai tukang sapu, kemudian dipindah ke bagian perampasan pohon.

Sebelumnya tim gabungan dari Balai Pemeliharaan Jalan Nasional, Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Balai Besar KSDA dan LSM lingkungan melakukan penyisiran. Hasilnya, ada 89 pohon sonokeling di tepi jalan nasional Tulungagung dan Trenggalek yang ditebang secara ilegal. Akibat pembalakan ilegal itu, negara mengalami kerugian hingga Rp 4 milliar.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close