SOTR Dianggap Meresahkan, Kapolres Janji Tindak Tegas

Selasa, 14-05-2019 - 18:12 WIB Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar  (foto :  joko pramono/jatimtimes) Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (foto : joko pramono/jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Banyak cara menebarkan kebaikan di bulan Ramadan ini. Termasuk membangunkan orang untuk makan sahur di malam hari.

Tentu saja niat yang baik harus dibarengi dengan cara yang baik juga. Jangan sampai niat baik itu membuat orang lain terganggu, bahkan gusar.

Akhir-akhir ini di Tulungagung marak sahur on the road (SOTR) menggunakan sound system yang menggelegar. Tak cukup sampai di situ. Dentuman suara sound system yang menggetarkan rumah juga diiringi ratusan motor.

Tak ayal, niat yang awalnya baik menjadi mengganggu dan meresahkan masyarakat. Banyak masyarakat resah dengan kegiatan SOTR yang menggunakan sound system menggelegar itu.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar berjanji akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan oleh masyarakat terkait SOTR tersebut. “Ini merupakan gangguan terhadap masyarakat. Itu bisa masuk dalam hal mengganggu ketertiban umum,” tandas kapolres, Selasa (14/5/19).

Polisi akan menindak tegas apabila ada masyarakat yang melakukan SOTR yang meresahkan atau menimbulkan keluhan bagi masyarakat lainnya.

SOTR sendiri, di mata kapolres, bertujuan bagus jika dilakukan dengan cara yang benar. Maka dari itu, polisi akan merangkul kelompok yang menyelenggarakan SOTR dan mengarahkannya.

“Kami akan datangi. Kami minta keterangan dan kami arahkan. Namun jika tidak mengindahkan arahan, maka akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Sejauh ini baru satu laporan soal SOTR yang masuk kepada kapolres. Kejadian itu terjadi di wilayah Plosokanang pada Sabtu (11/5/19) malam dan sudah ditindak tegas.

Sementara itu, salah satu warga Majan, Kecamatan Kedungwaru. yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan kegiatan SOTR di wilayahnya. Kelompok ini biasanya mulai aktivitasnya pada sekitar pukul 02.00 dini hari dengan sound system menggelegar dan arak-arakan motor.

“Jendela kaca sampai bergetar. Kasihan anak-anak kecil dan orang sakit,” ujar warga itu.

Arak-arakan SOTR itu biasanya berhenti di sekitar dam Majan dan melanjutkan aktivitasnya hingga menjelang subuh.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close