Hendak Bertarung, Para Calon Kepala Desa Datangi Polres Tulungagung, Ini yang Dicari..

Selasa, 14-05-2019 - 20:57 WIB Para Bakal Calon Kepala Desa Antri Urus SKCK di Polres Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES Para Bakal Calon Kepala Desa Antri Urus SKCK di Polres Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Tak seperti hari biasa, ruang SKCK di Mapolres Tulungagung beberapa hari ini tampak padat oleh para pencari surat catatan penting dari Kepolisian. Beberapa orang tampak mondar-mandir dan antre melengkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ini.

"Mengalami peningkatan hingga seratus persen karena banyak para bakal calon kepala desa yang mengurus sebagai salah satu persyaratan sebagai bakal calon kepala desa serentak," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar Selasa (14/05) siang kepada tulungagungtimes.com.

Meski kenaikan dua kali lipat dari hari biasa, pelayanan yang tersedia tergolong memadai dan tidak perlu antre terlalu lama untuk diproses oleh petugas rutin. "Semua lancar, hanya persiapan tempat tambahan mungkin belum disiapkan namun masih dalam kondisi normal," tegasnya.

Meski ada pelayanan SKCK online dan pelayanan SKCK Keliling, khusus untuk persyaratan kepala desa pihak kepolisian memberlakukan pengurusan para pencari SKCK wajib hadir di Polres Tulungagung. "Jadi untuk persyaratan penting seperti itu memang harus di Polres, tidak yang online atau yang keliling," jelasnya.

Sujianto (60) warga mantan kepala desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung mengungkapkan jika dalam mengurus SKCK memang masih dalam batas normal, namun sedikit agak lama lantaran antre. "Lancar saja, ini hanya antre karena memang yang mengurus banyak," kata Sujianto.

Dirinya dapat memahami dan tidak merasa ada kesulitan dalam pelayanan dan pemenuhan persyaratan lantaran petugas akan mengarahkan sesuai kebutuhan yang harus dilengkapi.

Sementara itu, seorang wanita yang memakai jilbab tampak harus bolak-balik keluar masuk Mapolres lantaran foto yang digunakan hanya foto dari handphone. "Saya diminta foto lagi ke studio, hasil dari hp kurang bagus dan oleh petugas ya diminta foto ulang agar hasilnya makin baik," tuturnya. 

Meski harus bolak-balik, dirinya merasa tak keberatan lantaran jika hasilnya baik yang diuntungkan juga dirinya sendiri. "Tidak apa-apa, memang jika fotonya bagus kan malah enak dipandang," pungkasnya.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close