Pasca Ditangkapnya Teroris di Nganjuk, Kapolres Turun Langsung Awasi Objek Vital

Rabu, 15-05-2019 - 17:46 WIB Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar saat melihat pengamanan di KPU Tulungagung (foto :  joko pramono/JatimTIMES) Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar saat melihat pengamanan di KPU Tulungagung (foto : joko pramono/JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Tertangkapknya 2 tersangka teroris di Madiun dan Nganjuk membuat situasi pengamanan Kamtibmas di Jawa Timur meningkat.

Begitu juga di wilayah Tulungagung. Untuk mengantisipasi adanya aksi terorisme, Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar turun langsung memantau penjagaan di sejumlah tempat strategis, kantor KPU salah satunya.

"Kantor KPU itu ada isinya, petugasnya, material logistik (pemilu), data hard copy dan soft copy yang harus diamankan," ujar Tofik Sukendar.

Kapolres juga melarang petugas pengamanan KPU yang terdiri dari TNI-Polri untuk menanggapi siapapun yang mengajak membahas perihal material logistik.

"Tugas personel yang El sini hanya mengamankan objek, bukan berdiskusi," tutur Tofik.

Jika ada masyarakat yang mengajak membahas hal tersebut, bisa langsung menghubungi dirinya atau Dandim Tulungagung.

Untuk mengantisipasi adanya penyusupan dari luar yang ingin mengganggu Kamtibmas di Tulungagung, pihaknya terus melakukan pemeriksaan di perbatasan dan operasi cipta kondisi.

Sementara itu wilayah pinggiran Tulungagung yang berkontur pegunungan rentan dijadikan persembunyian teroris, pihaknya akan meningkatkan pengawasan di wilayah tersebut.

Mengingat beberapa tahun lalu wilayah Tulungagung sempat kecolongan dengan adanya terduga teroris yang bersembunyi di wilayah barat Tulungagung.

"Beberapa titik yang kita inventarisir menjadi potensi kerawanan (terorisme), sampai saat ini masih kita lakukan pemantauan," bebernya.

Saat disinggung tentang keberadaan sel tidur terorisme di Tulungagung, Kapolres Tulungagung ungkapkan jika hal itu tidak ada lagi, semenjak habisnya napi terorisme (Napiter) di Lapas Tulungagung.

"Terakhir dikatakan ada pemicu napiter di Lapas Tulungagung, tapi sekarang sudah tidak ada," jelasnya.

Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengamankan 2 terduga terorisme di Madiun dan Nganjuk.

Selasa (14/5/19), Densus 88 Antiteror mengamankan seorang terduga teroris di Madiun. Pria berinisial JP diamankan saat menjaga kios kacamata di Pasar Sayur Caruban.

Selang sehari, Rabu (16/5/19) Densus 88 kembali amankan pria terduga teroris berinisial DY. Ia tinggal di Jalan Masjid Al Ikhlas RT 08 RW 10, Kelurahan Kranji Kecamatan/Kabupaten Bekasi Barat. Sedangkan alamat domisili terakhir di Dusun Tunggulrejo, RT 07RW 03, Desa Baleturi, Kecanatan Prambon, Nganjuk. DY diamankan saat membeli pulsa.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close