Buka Bisnis Online, Ini Trik Biar Produk Fashionmu Ditunggu Konsumen

Sabtu, 15-06-2019 - 15:58 WIB Ilustrasi, pembuat jilbab hias sulam di Malang tengah melakukan proses produksi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES) Ilustrasi, pembuat jilbab hias sulam di Malang tengah melakukan proses produksi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Bisnis online produk fashion tampaknya masih akan terus memikat, di tengah perubahan pola belanja masyarakat dari konvensional ke digital.

Namun, merintis online shop  juga perlu siasat dan rencana yang terukur agar dapat terus mendatangkan profit.

Praktisi usaha kecil menengah (UKM) sekaligus Pembina Asosiasi Preman Super (Perempuan Mandiri Sumber Perubahan) Kota Malang, Peni Budi Astuti membeber tips-tips praktis bagi pelaku usaha yang baru saja merintis pasar. Yakni soal pentingnya teknik launching produk dan konsistensi online shop.

"Produk fashion itu teknik pemasarannya berbeda dengan kuliner. Kalau makanan, orang tahu rasanya itu yang menjamin mau beli lagi atau tidak. Tapi kalau baju, jilbab, aksesoris, itu bergantung sangat bergantung tren," ujar perempuan yang pernah diganjar Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia dari Kementerian PPA RI itu.

Menurut Peni, para perintis online shop disarankan tidak langsung membeber semua produk dagangannya di market place

Melainkan, secara bertahap atau dengan membuat konten tematik. 

"Kalau belajar dari yang sudah-sudah, melalui proses itu yang lebih menarik. Tidak langsung semua ditawarkan," ucapnya.

Dia mencontohkan bagi online shop jilbab yang memproduksi printing dengan pola kupu-kupu.

"Misalnya saat ini model kupu-kupu yang dikeluarkan, tahan terus produk itu selama satu minggu. Konsisten, baru minggu berikutnya keluarkan lagi yang tema floral, dan seterusnya," urainya. 

Menurutnya, sektor fashion selalu membutuhkan kebaruan. 

"Adanya produk baru yang konsisten ini bikin konsumen ingin tahu terus. Selalu ada yang baru memancing rasa penasaran. Misalnya ada media online ini orang akan penasaran dan terangsang untuk sering membuka web atau Instagramnya," tutur salah satu tentor Klinik Usaha Mikro Kota Malang itu.

Peni juga mengharuskan agar pemilik online shop tidak malas mengunjungi pameran. 

"Sering melihat pameran atau ikut pameran itu bisa jadi kulakan ide. Misalnya, berkunjung ke Tanah Abang (pusat fashion di Jakarta) orang bisa dapat model yang berbeda saat pagi dan sore hari. Di sana bisa mencari referensi apa yang sedang dicari konsumen," tambahnya. 

Jika memang dalam produksi masih ada sisa, Peni menyarankan pedagang untuk menyimpan terlebih dahulu produknya. 

"Misalnya tren jilbab bunga, besok muncul warna-warni pelangi. Produk lama disimpan dulu, nanti bisa mengulang yang awal ini di kemudian hari," tuturnya. 

"Karena nantinya di waktu yang lama, konsumen ini ada yang lama ada yang baru. Kalau misal produk lama terus ditawarkan dan nanti dijajarkan dengan yang baru, maka akan membuat konsumen jengah," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close