Kecelakaan di Tulungagung Menurun, Tapi Jumlah Korban Tewas Meningkat

Sabtu, 15-06-2019 - 20:12 WIB Kecelakaan Di Campurdarat / Foto : Istimewa /Tulungagung TIMES Kecelakaan Di Campurdarat / Foto : Istimewa /Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Sudah menjadi kebiasaan masyarakat di tiap lebaran Hari Raya Idul Fitri, arus mudik dan balik menjadi perhatian pihak kepolisian. Dalam lebaran 2019 di Tulungagung kali ini, tercatat 9 orang meninggal dunia akibat kecelakaan. Jika dibanding tahun sebelumnya, jumlah korban tewas meningkat cukup signifikan meski jumlah kecelakaan menurun.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Satlantas Polres Tulungagung pada Operasi ketupat semeru tahun 2019 terdapat 12 kasus kecelakaan, dengan jumlah korban tewas 9 orang dan 13 lainnya mengalami luka ringan. “Angka kecelakaan turun dibanding tahun sebelumnya, namun jumlah korban yang meninggal dunianya meningkat cukup signifikan,” ujar Iptu Diyon Fitrianto Kanit Laka Satlantas Polres Tulungagung, Sabtu (15/6) kemarin kepada tulungagungtimes.com.

Menurut data di tahun 2018 lalu ada 21 kejadian kecelakaan dengan 6 orang meninggal dunia dan 36 luka ringan.

Lanjut Diyon, turunnya jumlah angka kecelakaan pada operasi ketupat tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kedewasaan pengendara sepeda motor saat berkendara sehingga faktor kecelakaan karena human error bisa diminimalkan.

Selain itu semakin giatnya unit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat juga perlu diapresiasi sehingga bisa memberikan pemahaman berkendara yang aman saat di jalan raya.

Diyon mengakui penyebab kecelakaan yang terjadi dari tahun ke tahun masih tetap yakni dari agresifnya pengguna sepeda motor saat berkendara.

Satlantas melalui Kanit Laka mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati saat di jalan dan tetap menaati peraturan yang berlaku, serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan. “Walau operasi ketupat sudah berakhir, tapi keselamatan dan ketertiban dalam berkendara harus tetap diperhatikan,” pungkasnya.

Di Tulungagung sendiri rekayasa jalur kendaraan sudah dilakukan dengan baik bagi kendaraan yang melintas di jalan Propinsi. Bahkan, dengan selesainya jembatan Ngujang 2, jalur kendaraan dialihkan guna mengatasi kemacetan dan terjadinya potensi kecelakaan yang terjadi. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close