Pilkades Serentak, Beberapa Lokasi Rawan Konflik

Minggu, 16-06-2019 - 18:53 WIB Kapoles Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (foto : Joko Pramono/JatimTIMES) Kapoles Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Selepas jalannya pemilu, Tulungagung mempunyai gelaran pesta demokrasi. Pesta demokrasi itu ialah pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan digelar pada 9 Juli mendatang.

Pilkades serentak ini akan diikuti oleh 239 desa dari 257 desa yang ada. Sudah barang tentu pelaksanaan pilkades serentak ini, ada beberapa desa yang berpotensi rusuh.

Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Tulungagung, Usmalik beberkan beberapa wilayah yang berpotensi terjadi konflik antar pendukung calon kepala desa.

“Desa yang bakal calon kepala desa (bacakades) lebih dari 5, lebih berpotensi terjadi konflik,” ujar Usmalik.

Untuk Tulungagung sendiri ada 5 desa yang bacakadesny lebih dari lima. Daerah itu antara lain Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung dengan 7 Bacakades.

Desa Panjerejo 9 Bacakades, Desa Sumberagung 7 Bacakades keduanya berada di Kecamatan Rejotangan.

Desa Pinggirsari Kecamatan Ngantru 8 Bacakades dan Desa Tanjungasari Kecamatan Karangrejo dengan 11 Bacakades.

Wilayah selatan Tulungagung juga menjadi salah satu daerah yang berpotensi terjadi konflik, mengingat di wilyah itu sering terjadi perselisihan antar perguruan silat.

Untuk mengantisipasi terjadinya konflik itu, pihak kepolisian akan melakukan pengamanan ekstra di wilayah yang dianggap rawan konflik tersebut.

“Kita lakukan penambahan atau penebalan keamanan di wilayah itu,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar.

Tak hanya dari Polri, penagamanan akan dilakukan dengan bantuan dari TNI. Bahkan pihaknya akan mendapat bantuan dari Polda Jatim untuk pengamanan jalanya pilkades serentak ini.

“Kita minta bantuan ke Polda, BKO dari Brimob dan TNI khusus untuk lokasi-lokasi yang disitu agak beda (rawan konflik) dengan lokasi lain,” kata Kapolres.

Untuk mengatasi adanya ‘botoh' atau penjudi dalam pelaksanaan pilkades, pihaknya akan mengoptimalkan satgas anti botoh. Masyarakat bisa melaporkan ke Posko Satgas Anti Botoh jika menemukan adanya botoh.

“Para botoh ini akan kita beri tindakan khusus agar tidak ngrecoki (mengganggu) pelaksanaan pilkades di Tulungagung,” pungkasnya.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close