Inilah Model Taruhan Pilkades di Tulungagung, Kapolres : Silakan Taruhan, Asal...

Senin, 17-06-2019 - 06:29 WIB AKBP Tofik Sukendar Kapolres Tulungagung saat memberikan hadiah sepeda pada peserta senam bersama di Alun-Alun Tulungagung/ Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES AKBP Tofik Sukendar Kapolres Tulungagung saat memberikan hadiah sepeda pada peserta senam bersama di Alun-Alun Tulungagung/ Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Gelaran Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Tulungagung tinggal beberapa pekan lagi. Sekitar 239 Desa akan menggelar Pilkades pada 09 Juli 2019 dan bagi kepolisian, ada kemungkinan terjadinya konflik di beberapa desa.

Untuk mengantisipasi terjadinya konflik itu, pihak kepolisian akan melakukan pengamanan ekstra di wilayah yang dianggap rawan konflik tersebut.

“Kita lakukan penambahan atau penebalan keamanan di wilayah itu,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar saat acara olah raga bersama masyarakat di Alun-Alun Tulungagung, Minggu (16/06) pagi

Tak hanya dari Polri, pengamanan akan dilakukan dengan bantuan dari TNI. Bahkan pihaknya akan mendapat bantuan dari Polda Jatim untuk pengamanan jalanya pilkades serentak ini.

“Kita minta bantuan ke Polda, BKO dari Brimob dan TNI khusus untuk lokasi-lokasi yang disitu agak beda (rawan konflik) dengan lokasi lain,” kata Kapolres.

Untuk mengatasi adanya ‘botoh' atau penjudi dalam pelaksanaan pilkades, pihaknya akan mengoptimalkan satgas anti botoh. Masyarakat bisa melaporkan ke Posko Satgas Anti Botoh jika menemukan adanya botoh.

“Para botoh ini akan kita beri tindakan khusus agar tidak ngrecoki (mengganggu) pelaksanaan pilkades di Tulungagung,” tegas Tofik

Bagi Kapolres, jika ingin tetap memaksa taruhan pihaknya mempersilakan asal tidak di lakukan di Tulungagung. 

"Silakan mau taruhan, asal tidak di Tulungagung," jelasnya. 

Sementara itu, seorang botoh sebut saja DF (50) yang sudah pengalaman melakukan perjudian saat gelaran pilkades mengaku punya banyak trik untuk mengelabuhi petugas 
"Kita sudah lakukan cek dengan membayar ceker (tukang cek) di beberapa desa, para calon kan minta kita memback up agar bisa menang," kata DF. 

Cara pasang taruhan menurut DF bukan hal yang sulit, jika sudah ada lawan seluruh uang taruhan dikumpulkan dan dititipkan pada orang yang dipercaya kedua belah pihak. 
"Nanti dalan (makelar) dan yang dititipi dapat banyon (fee)," jelasnya

Kemungkinan terendus oleh petugas menurut pengalaman DF sangat sulit, pasalnya antar pihak ketemu dan "deal" nya hanya diketahui oleh pihak makelar. 
"Kecuali petugas menyamar dan masuk dalam lingkup botoh, mungkin baru bisa mendeteksi, tapi selama ini hal itu tidak terjadi," imbuhnya. 

Untuk taruhan, selain uang para botoh juga mempertaruhkan kendaraan, sertifikat bahkan rumah. 
"Tergantung kedua belah pihak, bisa uang atau barang," paparnya. 

Sebelum kedua belah pihak ada tawar menawar model taruhan, mulai dari atas dan bawah (pur-puran) sampai win-win. "Banyak sekali model, jika tidak tukang botoh sulit saya menjelaskan," pungkasnya. 


 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close