Lima Kecamatan di Tulungagung Berpotensi Kekeringan

Senin, 17-06-2019 - 18:30 WIB Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Nadlori Alwi. (foto : Joko Pramono/Jatim Times) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Nadlori Alwi. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMES – Musim penghujan di Tulungagung telah berakhir dan memasuki musim kemarau. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa daerah di Tulungagung berpotensi mengalami kekeringan.

Dari pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Tulungagung, setidaknya ada belasan desa yang tersebar di 5 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan.

“Kalau dari pemetaan yang kami (BPBD) lakukan, ada sekitar 15 desa yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujar Kepala BPBD Tulungagung melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Nadlori Alwi, Senin (17/6/19).

Desa-desa itu antara lain Pakisrejo, Kresikan, Tenggarejo di Kecamatan Tanggunggunung. Desa Besuki, Sedayu Gunung, Keboireng dan Tulungrejo di Kecamata Besuki.

Desa Kalibatur, Rejosari, Banyu urip, dan Winong di Kecamatan Kalidawir. Desa Kalidawe, Panggungwuni, Panggung kalak, dan Kali Genthong di Kecamatan Pucanglaban. Desa Sukorejo Wetan di Kecamatan Rejotangan.

Jumlah itu masih sama dengan desa yang mengalami kekeringan pada 2018 lalu. Jika dibanding dengan tahun 2017, jumlah itu menurun lantaran beberapa desa yang mengalami kekeringan sudah endapat air dari HIPAM.

Saat ini, meski belum melakukan dropping air bersih, namun sudah ada permintaan dari pemerintah desa Besuki untuk melakukan dropping air bersih jika sewaktu-waktu sumber air mengering.

“Saat ini sumber airnya masih ada, namun sewaktu-waktu jika sudah kering benar dan ada permintaan kita siap dropping,” lanjut Alwi.

Anggaran untuk melakukan dropping air bersih bersifat situasional. Anggaran bisa saja bertambah jika bencana kekeringan kian meluas.

Sesuai ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika, puncak kekeringan nanti akan terjadi di bulan September hingga awal tahun depan. Dropping bisa dilakukan hingga 5 tangki air di satu desa dalam sehari.

“Kalau lihat ramalan BMKG mulai bulan Agustus hingga awal tahun,” terang Alwi.

Daerah yang mengalami kekeringan biasanya berada di lereng-lereng pegunungan. Untuk wilayah dataran seperti kota, dipastika pasokan air bersih aman.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close