Pembacok Ibu Muda di Gedangan Karangrejo Diringkus, Ternyata Ini Modusnya..

Rabu, 10-07-2019 - 19:21 WIB Penyidik tunjukkan tersangka dan sebilah sabit sebagai barang bukti / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES Penyidik tunjukkan tersangka dan sebilah sabit sebagai barang bukti / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Pelaku penganiayaan Ibu satu anak warga Desa Gedangan RT  2/3 kecamatan Karangrejo,  Dewi Ratnasari (25) akhirnya dapat ditangkap tim reskrim Polsek Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Menurut Waka Polsek Karangrejo, Iptu Andik Prasetyo pengkapan pelaku yang juga merupakan warga sekitar TKP dilakukan langsung oleh Kapolsek AKP Sugeng, Waka Polsek Iptu Andik Prasetyo dan Kanit Reskrim Aiptu Mukadi di rumah tersangka pelaku. "Setelah kita lakukan penyelidikan dan kita yakin akhirnya kita laksanakan penangkapan tersangka," kata Waka Polsek Iptu Andik Prasetyo.

Tersangka yang dimaksud adalah seorang yang masih tergolong anak-anak yakni Dimas Pangestu (16) yang merupakan warga Jalan Pandan Arum Nomor 23, RT 33, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Balikpapan Tengah , Kabupaten/Kota Balikpapan, Kalimantan timur.

Dimas sendiri merupakan pengangguran dan saat dilakukan penyidikan, Dimas mengaku jika niatnya masuk dalam rumah Dewi karena ingin mengambil barang atau mencuri. Andik juga menjelaskan, Dimas masuk kamar Dewi dari jendela yang terbuka dan sesampainya di dalam kamar mau mengambil 1 (satu) buah hp milik Dewi. "Karena kepergok, akhirnya pelaku membacok korban," paparnya

Dari tangan Dimas, polisi mengamankan barang bukti diantaranya sebilah sabit, 1 (satu) potong celana pendek, 1 buah mangkok, 1buah piring dan 1 buah sendok. 

Sebelumnya diberitakan, Dewi harus dirawat intensif di RSUD dr. Iskak Tulungagung karena mengalami luka serius setelah dibacok orang tak dikenal yang masuk ke kamarnya pada Selasa (9/7/19) dini hari.

Akibatnya, tangan kiri dan pelipis kanannya mengalami luka serius. Menurut mertuanya, Ny Atik, menantunya ini tiba di rumah sekitar pukul 21.00 WIB, usai bekerja sebagai perawat. "Dia terus masuk kamar, ngeloni anaknya yang masih kecil," tutur Atik. Saat itu Dewi dan anaknya, AGO (1) tidur di kamar depan, sementara Atik saat itu ada di depan televisi. Sekitar pukul 01.00 WIB, Atik mendengar teriakan dan suara mengaduh dari kamar Dewi. Dewi sempat berteriak ada maling, namun Atik dan suaminya mengira menantunya itu sedang mengigau. "Kami kemudian masuk kamar. Kondisinya sudah belepotan darah," ucap Atik.

Dari penuturan Dewi, saat itu dirinya sedang tidur dengan jendela dalam keadaan terbuka. Lalu seseorang masuk ke dalam kamar melalui jendela yang terbuka tersebut. Orang ini kemudian menginjak mangkok yang ada di bawah jendela, hingga Dewi terbangun. "Menurut menantu saya, orangnya kecil, kulitnya hitam rambutnya pendek. Dia juga memakai penutup wajah, dan celana pendek" kata Atik menirukan perkataan Dewi.

Karena ketahuan, pelaku bermaksud menyandera AGO, sementara Dwi berusaha melindungi anaknya. Pelaku kemudian menyerang Dwi dengan arit yang dibawanya. Sabetan senjata tajam ini ditangkis dengan tangan  kiri. Senjata tajam itu merobek tangan kiri Dewi, mulai dari sela jari manis dan kelingking, memanjang ke arah lengan. Bukan itu saja, bagian atas mata sebelah kanan robek ke arah kelopak. "Tadi sudah diperiksa sama dokter, matanya tidak apa-apa. Hanya bagian atas mata  luka parah," ungkap Atik.

Saat Dewi terluka parah, pelaku kemudian kabur kembali lewat jendela.  Sementara darah mengucur deras dari luka yang dialami Dewi. Darah berceceran di lantai dan tembok kamar. Ibu nahas ini kemudian dilarikan ke RSUD dr Iskak. Karena lukanya sangat parah, Dewi dirawat di redzone (zona kritis) IGD RSUD dr Iskak. 

Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak, M Rifai mengatakan, kondisi Dewi membaik. Kondisinya sadar, dan harus melakukan operasi, karena jaringan tendon tangan kirinya putus. Kini, Dimas harus menginap di pengapnya jeruji besi tahanan polisi, akibat perbuatannya dirinya dikenakan pasal pasal 351 ayat (2) Sub. 365 ayat (1) ke 1e, 3e dan 4e Jo pasal 53 ayat (1) Jo pasal 2 undang undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang penganiayaan.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close