Pelaku Pembacokan Cilik Bikin Repot Polisi, Mengaku Mabuk saat Beraksi

Kamis, 11-07-2019 - 19:43 WIB Polsek Karangrejo gelar rilis pembacokan ibu muda di Gedangan / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES Polsek Karangrejo gelar rilis pembacokan ibu muda di Gedangan / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES –  Pelaku penganiayaan Ibu satu anak warga Desa Gedangan RT  2/3 kecamatan Karangrejo,  Dewi Ratnasari (25) yang ditangkap tim reskrim Polsek Karangrejo Kabupaten Tulungagung sempat merepotkan polisi. Menurut Kapolsek Karangrejo, AKP Sugeng, sebelum ditangkap, polisi bahkan harus melakukan beberapa kali olah Tempat Kejadian Pekara (TKP). 

"Penyelidikan di lokasi beberapa kali, kemudian kita mendapat informasi penting bahwa ada anak nakal yang tinggal di rumah neneknya. Kita cek kesana, lalu kita amankan setelah kita yakini dia pelakunya," ujar Sugeng.

Remaja belum cukup dewasa yang beinitial DP (16) adalah warga Jalan Pandan Arum Nomor 23, RT 33, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Balikpapan Tengah , Kabupaten/Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam tubuh DP didapatkan luka Babras di punggung dan pinggang serta luka di sekitar perut dan tangan. "Saat keluar dan masuk melalui jendela, jadi meninggalkan bekas luka pada tubuhnya," jelas Sugeng.

Dalam rilis yang dilaksanakan di Mapolsek Karangrejo, DP mengaku pernah medekam di penjara selama lima bulan karena melakukan aksi pencurian sepeda motor di Balikpapan. Dirinya mengaku dalam keadaan mabuk saat masuk rumah Dewi Ratnasari dan spontan ingin mencuri handphone milik Dewi lantaran akan digunakan untuk mabuk lagi. "Begitu melihat jendela terbuka timbul niat saya masuk dan mengambil hp, namun sebelum masuk saya mengambil sabit ini," aku DP di depan petugas dan awak media.

Saat masuk, suami Dewi diketahui baru saja keluar sehingga DP merasa aman untuk masuk ke dalam rumah. Namun apes, saat dirinya berhasil masuk kakinya menginjak mangkok yang ditaruh di lantai. "Saya panik karena pemilik rumah bangun, akhirnya saya bacok," ungkap DP.

Ayunan sabit yang dihujamkan ke tubuh Dewi menurut DP sekitar 10 kali yang mengakibatkan luka di beberapa tubuhnya. Setelah itu, DP pulang dan membakar penutup muka (masker) yang dikenakan saat beraksi serta mencuci sabit dengan ditebangkan ke pohon untuk menghilangkan jejak.

Dari tangan Dimas, polisi mengamankan barang bukti di antaranya sebilah sabit, 1 (satu) potong celana pendek, 1 buah mangkok, 1buah piring dan 1 buah sendok.

Sebelumnya diberitakan, Dewi harus dirawat intensif di RSUD dr. Iskak Tulungagung karena mengalami luka serius setelah di bacok orang tak dikenal yang masuk ke kamarnya pada Selasa (9/7/19) dini hari.

Akibatnya, tangan kiri dan pelipis kanannya mengalami luka serius. Menurut mertuanya, Ny Atik, menantunya ini tiba di rumah sekitar pukul 21.00 WIB, usai bekerja sebagai perawat. "Dia terus masuk kamar, ngeloni anaknya yang masih kecil," tutur Atik. Saat itu Dewi dan anaknya, AGO (1) tidur di kamar depan, sementara Atik saat itu ada di depan televisi. Sekitar pukul 01.00 WIB, Atik mendengar teriakan dan suara mengaduh dari kamar Dewi. Dewi sempat berteriak ada maling, namun Atik dan suaminya mengira menantunya itu sedang mengigau. "Kami kemudian masuk kamar. Kondisinya sudah belepotan darah," ucap Atik.

Dari penuturan Dewi, saat itu dirinya sedang tidur dengan jendela dalam keadaan terbuka. Lalu seseorang masuk ke dalam kamar melalui jendela yang terbuka tersebut. Orang ini kemudian menginjak mangkok yang ada di bawah jendela, hingga Dewi terbangun. "Menurut menantu saya, orangnya kecil, kulitnya hitam rambutnya pendek. Dia juga memakai penutup wajah, dan celana pendek" kata Atik menirukan perkataan Dewi.

Karena ketahuan, pelaku bermaksud menyandera AGO, sementara Dwi berusaha melindungi anaknya. Pelaku kemudian menyerang Dwi dengan arit yang dibawanya. Sabetan senjata tajam ini ditangkis dengan tangan  kiri. Senjata tajam itu merobek tangan kiri Dewi, mulai dari sela jari manis dan kelingking, memanjang ke arah lengan. Bukan itu saja, bagian atas mata sebelah kanan robek ke arah kelopak. "Tadi sudah diperiksa sama dokter, matanya tidak apa-apa. Hanya bagian atas mata  luka parah," ungkap Atik.

Saat Dewi terluka parah, pelaku kemudian kabur kembali lewat jendela.  Sementara darah mengucur deras dari luka yang dialami Dewi. Darah berceceran di lantai dan tembok kamar. Ibu nahas ini kemudian dilarikan ke RSUD dr Iskak. Karena luka nya sangat parah, Dewi dirawat di redzone (zona kritis) IGD RSUD dr Iskak. Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak, M Rifai mengatakan, kondisi Dewi membaik. Kondisinya sadar, dan harus melakukan operasi, karena jaringan tendon tangan kirinya putus.

Kini, Dimas harus menginap di pengapnya jeruji besi tahanan polisi, akibat perbuatannya dirinya dikenakan pasal pasal 351 ayat (2) Sub. 365 ayat (1) ke 1e, 3e dan 4e Jo pasal 53 ayat (1) Jo pasal 2 undang undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang penganiayaan.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close