Jadi Pembantu, Wanita Ini Gasak Satu Kotak Perhiasan Senilai Rp 851 Juta

Senin, 15-07-2019 - 18:09 WIB Para pelaku yang berhasil diamankan polisi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES) Para pelaku yang berhasil diamankan polisi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Apa yang diperbuat oleh Dwista Yulianti (43) warga yang dari identitas kependudukan berasal dari Desa Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang ini, benar-benar tak patut ditiru. Pasalnya, wanita paruh baya tersebut memanfaatkan pekerjaannya sebagai pembantu untuk menggasak perhiasan dan berlian milik majikannya, Lisa Setiawati (45) , warga Jalan Borobudur, Lowokwaru, Kota Malang.

Pelaku yang sudah cukup lama bekerja dengan korban, menggasak 13 jenis perhiasan yang disimpan majikan korban pada sebuah kotak dan disimpan di bawah tempat tidur sekitar bulan April 2019 sampai rentan waktu Mei 2019.

Aksi pelaku dilakukan saat majikannya sedang bepergian dalam waktu yang lama. Dari situ, korban yang mengaku melakukan aksinya karena terdesak ekonomi, akhirnya menggasak satu kotak perhiasan korban. Dan ketika korban pulang, korban mendapati pelaku tidak berada di rumah.

Namun saat itu, selama sebulan korban belum sadar jika pelaku telah mengambil sejumlah perhiasannya, yang jika dinilai dengan uang seharga Rp 851 juta. Korban baru sadar mencari salah satu bajunya yang hilang.

"Saat korban mencari bajunya, kemudian korban curiga juga dengan perhiasan yang disimpannya di tempat tidur. Setelah itu korban langsung mengecek dan ternyata benar, kotak perhiasannya sudah diambil pelaku," beber Waka Polres Malang Kota, Kompol Ari Tristiawan (15/7/2019).

Lanjutnya, kemudian setelah pelaku melakukan aksinya pelaku lantas memberikan lima perhiasan curian tersebut kepada kenalannya, yakni sepasang suami istri bernama Didik Setiawan dan Sih Suwarsih, warga Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pelaku meminta kepada pasangan suami istri tersebut untuk menjualkan barang curian tersebut.

"Setelah dijual laku sebesar Rp 250 juta dan kemudian diberikan pada pelaku. Sementara yang delapan perhiasan masih belum ditemukan dalam pengembangan," bebernya.

Pelaku berhasil ditangkap setelah korban melapor pada 3 Juli 2019 lalu. Tak lama usai laporan korban, petugas langsung saja bergerak mencari keberadaan pelaku. Penyelidikan petugas membuahkan hasil. Pelaku diketahui berada di kawasan Vila Songgoriti, Kota Batu.

"Kurang lebih lima jam setelah laporan, pelaku ditangkap saat liburan di Vila bersama teman kencannya. Dari pengakuan pelaku, masih pertama kali mencuri, namun kita masih lakukan penyelidikan terus," bebernya

Akibat perbuatannya, pelaku Dwista terancam pasal 363 ayat 3 subsider pasal 362 jo pasal 65 dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun penjara. Sementara dua orang pasangan suami istri tersebut diancam pasal 480 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. 

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close