Investasi Oven Jamu Ini jadi Alat Penipuan Ratusan Emak-Emak di Tulungagung, Ini Videonya...

Senin, 15-07-2019 - 19:48 WIB Potongan video yang jadi alat penipuan dengan korban emak-emak di Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Potongan video yang jadi alat penipuan dengan korban emak-emak di Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Korban penipuan yang dilakukan oleh PT Krisna Alam Sejahtera di RT 001/RW 004, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah di Kabupaten Tulungagung diduga jumlahnya ratusan orang.

8Hitungan itu disampaikan saat salah satu korban bernama Mrt (35) warga Karanglo Desa Betak Kecamatan Kalidawir menunjukkan bukti video.

Dalam tayangan video, tampak berkarung-karung berisi bahan jamu serta puluhan mesin oven yang menjadi alat perusahaan untuk menjaring mitranya

"Ini berada di Desa Serut Kecamatan Boyolangu, dia mengambil dari Malang dan Jawa Tengah," ungkap Mrt, Senin (15/07) siang

Karena pesan yang dimaksud datang, banyak emak-emak menjadi tergiur dan ikut menjadi mitra dan mendaftarkan diri dengan mentransfer uang dengan nominal 8 hingga 80 juta rupiah.

"Bisnis ini baru lima bulan, di Tulungagung masih baru dan sudah banyak peminat dan selang beberapa hari melihat kabar di televisi jika kantor pusat di Jawa Tengah digeruduk mitra dan menuntut uang dikembalikan," imbuhnya

Dirinya tidak tau secara pasti jumlah mitra yang terlanjur meneransfer uang ke perusahaan yang kini bermasalah itu, namun dirinya meyakini jumlahnya sampai ratusan orang.

Sebelumnya, Puluhan emak-emak yang merupakan warga Dusun Karanglo Desa Betak Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, menjadi korban PT Krisna Alam Sejahtera yang berkantor pusat di Klaten, Jawa Tengah. 

Pasca kantor pusat di Kabarkan di geruduk ribuan mitranya, para mitra di Tulungagung ini mengaku juga berinvestasi di PT Krisna Alam Sejahtera dan merasa tertipu oleh perusahaan tersebut.

"Di Karanglo ini kan ada yang nikah dapat orang Jawa Tengah, kemudian membawa bisnis ini. Banyak orang yang kepincut, saya juga hampir saja transfer, tapi beberapa hari lalu tiba-tiba di televisi ada kabar jika bisnis itu di geruduk mitrannya," kata Tin (initial) memberikan informasinya.

Karena kaget, beberapa emak-emak yang sudah terlanjur transfer merasa shock, bahkan satu di antaranya linglung dan berniat bunuh diri

"Modus penipuannya, suruh beli mesin oven katanya buat ngoven obat herbal terus satu bulan bisa menghasilkan 20 juta itu iming-imingnya," ungkap Tin

Teman dan tetangga Tin, ada yang telah transfer uang sebesar Rp 32 juta bahkan ada yang sampai 80 juta.

"Awalnya disuruh beli mesin oven obat herbal satu mesin harga Rp 16 juta lalu penghasilanya katanya satu minggu bisa 2 juta, di Karanglo sini ada sekitar 20 orang yang kena," paparnya

Karena tergiur, beberapa orang meminjam uang di bank dan ada yang menjual tanah. 

Namun begitu ramai di kantor pusat di Jawa Tengah bos perusahaan ditangkap, para emak-emak mengaku sudah lapor ke ketua RT dan dilanjutkan ke kepala desa.

"Iya benar, memang ada yang kena tapi ini masih kita data berapa orang yang kena, hingga hari ini belum ada yang lapor (ke polisi)," kata Catur Subagyo, kepala desa yang baru saja terpilih periode kedua, Minggu (14/07) siang.

Sementara itu Kapolsek Kalidawir, AKP Sugiharjo saat dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi dan laporan terkait adanya puluhan orang yang menjadi korban di wilayahnya.

Namun demikian, Kapolsek menegaskan jika memang ada korban dan dirugikan atas kejadian tersebut, pihaknya meminta korban atau masyarakat untuk melapor.

"Sejauh ini memang belum ada laporan yang masuk, namun jika memang ada korban yang dirugikan atas penipuan dengan modus investasi itu kami sarankan untuk lapor agar dapat ditindaklajuti proses hukumnya," terang Sugiharjo.

Modus yang dilakukan usaha ini terkuak setelah di geruduk mitranya pada Jumat (12/07) kemarin.

Untuk satu paket investasi, mitra usaha harus mendaftar dengan menyerahkan modal senilai Rp 16 juta. 

Dari modal itu, seorang mitra akan mendapatkan satu mesin oven yang berfungsi sebagai pengering serbuk jamu. 

Proses produksi jamu dilakukan dirumah mitra yang telah membayar uang.

Sistem pengerjaanyang dijanjikan, para mitra ini mengambil serbuk jamu di kantor. 

Setelah itu serbuk jamu dibawa pulang dan dikeringkan menggunakan oven. 

Dalam enam hari, serbuk jamu yang sudah melalui proses pengeringan selanjutnya diserahkan ke kantor. Mereka kemudian mendapat bayaran.

Kalau investasi Rp 8 juta dapat bayaran 1 juta, kemudian kelihatannya yaitu Rp 16 juta dapat bayaran Rp 2 juta dan yang Rp 24 juta dijanjikan bayaran 3 juta dan diberikan enam hari sekali.

Para mitra datang meminta kejelasan dari PT Krisna Alam Sejahtera atas perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. 

Namun dalam pertemuan itu justru buntu dan ribuan mitra yang merasa menjadi korban akhirnya sepakat untuk berkumpul dan melapor ke polisi.
 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close