Calon Pengantin Wajib Tes Urine, Bagaimana Nasib yang Positif Konsumsi Obat Terlarang?

Selasa, 16-07-2019 - 13:54 WIB Ilustrasi (istimewa) Ilustrasi (istimewa)

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Terhitung sejak Agustus mendatang, pasangan calon pengantin di Kota Malang wajib melakukan tes urine narkoba. Hal itu menindaklanjuti kesepakatan yang dibuat antara BNN Provinsi Jatim dengan Kanwil Kemenag Jatim pada Jumat 12 Juli 2019 di Kantor Kanwil Kemenag Jatim.

Melalui kesepakatan itu, 38 kota dan kabupaten di Jatim mulai menerapkan tes urine. Paling lambat diharapkan agar kesepakatan yang dibuat itu sudah diterapkan pada Agustus mendatang. Selain itu, sosialisasi akan mulai dilaksanakan selambatnya pada awal Agustus.

Menanggapi itu, Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto menyampaikan, pihaknya saat ini masih menunggu surat edaran dari BNN Provinsi Jatim. Mengingat, memang BNN Provinsi Jatim yang melakukan kesepakatan dengan Kemenang Jatim. "Jadi, kami tunggu terlebih dulu semacam surat edaran dari BNN Provinsi Jatim," katanya kepada wartawan.

Menurut Bambang, sebelum ada MoU antara BNN Jatim dan Kemenag Jatim, BNN Kota Malang telah mendapat usulan tes urine sebelum menikah. Namun lantaran dinilai sensitif, rencana tersebut dikaji terlebih dulu sebelum kemudian diputuskan untuk diterapkan.

Lebih jauh Bambang menyampaikan, calon pasangan pengantin nantinya akan mendapat surat rekomendasi dari Kemenag untuk melakukan tes urine. kemudian tes urine akan dilakukan di kantor BNN Kota Malang. Selanjutnya untuk Kemenag, akan direkomendasikan keterangan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN). "Biasanya secara variabelnya sudah ditentukan oleh Kemenag," imbuhnya.

Jika dari hasil tes urine salah satu pasangan calon positif mengonsumi narkoba, pernikahan akan tetap dilaksanakan. Namun, pihak yang positif narkoba akan mendapat rehabilitasi dari BNN Kota Malang.

Sementara untuk meyakinkan masyarakat agar tidak menimbulkan perdebatan, BNN akan melakukan sosialisasi. Melalui sosialisasi itu, nantinya diharapkan masyarakat bisa paham dan tidak saling adu argumen. Sebab, tujuan utama dari tes urine tersebut adalah untuk menekan angka pemakaian narkoba.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Mohammad Rosyad mengatakan dirinya belum mengetahui dengan pasti isi MoU tersebut. Sehingga dia tidak dapat berkomentar banyak. "Belum tahu persisnya. Jadi, saya belum bisa komentar banyak," ungkap dia.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close