Pengenalan Lingkungan Sekolah di Tulungagung Masih Ditemukan Kekerasan pada Siswa Baru

Selasa, 16-07-2019 - 16:23 WIB Ilustrasi kekerasan disekolah Ilustrasi kekerasan disekolah

TULUNGAGUNGTIMES – Tahun ajaran baru telah dimulai sejak Senin (15/7/19) kemarin. Siswa sekolah mulai beraktifitas menuntut ilmu di sekolah masing-masing, termasuk siswa baru. Sudah menjadi kebiasaan, setiap siswa baru terutama di tingkat SMP dan SMA menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di awal tahun ajaran baru.

Dalam MPLS, siswa baru dikenalkan dengan lingkungan dan budaya sekolah. Namun dalam MPLS masih saja ditemukan bentuk kekerasan pada siswa baru.

Seperti di SMA Gondang dan SMA Boyolangu. Di 2 sekolah ini, beberapa siswa baru diduga mendapat perlakuan kekerasan dari seniornya atau kakak kelasnya.

Di SMA Gondang, siswa senior sering kali menendang pintu kelas yang berakibat jatuhnya mental dari siswa baru.

“Anak saya jadi takut lantaran kakak kelasnya sering menendang pintu kelas saat memberikan materi MPLS,” ujar salah satu wali murid SMA Gondang yang enggan disebutkan namanya.

Begitu juga dengan di SMA Boyolangu, tiap ada siswa baru yang gagal melaksanakan perintah dari kakak kelasnya yang disebut Kadis (Kakak Disiplin), maka kerah bajunya akan ditarik oleh Kadis. Tentu perlakukan ini bisa menjatuhkan mental dari siswa baru itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung dan Trenggalek, Solikin tidak mentolelir segala bentuk kekerasan dalam MPLS, baik fisik maupun mental.

“Sudah saya ingatkan jangan sampai diulangi hal itu (kekerasan dalam MPLS), harus lemah lembut,” ujar Solikin, Selasa (16/7/19).

Setelah mendapat laporan dari wali murid, Solikin langsung mendatangi SMA Boyolangu untuk memperingatkan seluruh pengajar agar tidak melakukan kekerasan dalam MPLS.

“Ini saya langsung ke SMA Boy (Boyolangu), langsung saya kumpulkan guru-gurunya,” ujarnya.

Mengajarkan disiplin, lanjut Solikin bukan harus dengan kekerasan, pihaknya akan menggandeng atau meminta bantuan Kepolisian dan TNI untuk mengajarkan disiplin pada siswa baru melalui latihan baris berbaris (LBB).

“Jadi (nanti) yang menyampaikan disiplin aparat (TNI-Polri),” ujar Solikin.

MPLS rencananay akan dilakukan selama 6 hari, mulai tanggal 15 hingga 20 Juli. 3 hari pertama akan di isi dari pihak sekolah, sedang 3 hari terakhir akan diisi pemateri dari luar sekolah.

“Pokonya saya tidak mau ada kekerasan apapun,” tandas Solikin dengan tegas.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close