Sepi Peminat, Sejumlah SD Negeri di Tulungagung Terancam Kukut

Selasa, 16-07-2019 - 18:36 WIB Suasana di sekolah SD Negeri Wonorejo 2 yang tidak mendapatkan murid baru di tahun ini / Foto : Anang Basori / Tulungagung TIMES Suasana di sekolah SD Negeri Wonorejo 2 yang tidak mendapatkan murid baru di tahun ini / Foto : Anang Basori / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Tulungagung terancam kukut. Hal itu tampak di beberapa SD Negeri di Sumbergempol, seperti yang terjadi di SDN  Bendilwungu 1 misalnya, meski masih jam pelajaran terlihat sepi, Selasa (16/7) siang. Padahal di sekolah lain, para murid masih bergairah karena Senin (15/7) kemarin adalah hari pertama tahun ajaran 2019-2020.

Tapi di SDN yang tak jauh dari pasar desa dan pompa bensin itu tempak ada belasan siswa yang ada di dua kelas berbeda. Di kelas lain hanya ada bangku yang berjajar rapi tanpa siswa dan guru.

Sekolah ini ternyata kesulitan mendapatkan siswa. Terbukti, di tahun ajaran baru ini, SDN Bendilwungu 1 hanya mendapatkan satu murid.

“Sampai hari ini ada satu murid yang daftar, kami tunggu dua hari ke depan siapa tau ada yang daftar lagi,” ujar Alfiyah Kepala SDN Bendilwungu 1

Faktor yang mempengaruhi sepinya sekolah ini menurut Alfiyah karena lokasinya dekat perbatasan dengan Podorejo. Selain itu, jangkauan terdekat dari sekolah tidak banyak anak yang usia sekolah, jika ada kebanyakan daftar di sekolah lain dan sekolah swasta.

Bagaimana sekolah akan mengajar satu siswa baru yang masuk kelas 1, Alfiah menolak member penjelasan lebih lanjut.

“(cari sekolah) yang lain saja, saya tidak mau kasih penjelasan,” ucap Alfiah.

Kondisi lebih buruk terjadi di SDN Wonorejo 2 dan SDN Sumberdadi 2 Kecamatan Sumbergempol. Di dua sekolah ini sama sekali tidak mendapatkan murid baru.

Padahal fasilitas di sekolah ini cukup lengkap, mulai dari sarana kesenian, alat peraga hingga kegiatan keagamaan.

Sebelumnya di Desa Wonorejo ada tiga SD negeri. Namun sekitar 9 tahun lalu  SDN Wonorejo 2 dan Wonorejo 3 digabung, karena sama-sama punya siswa yang sedikit.

Namun setelah digabung, SDN 2 Wonorejo tetap sepi peminat.

Menurut seorang guru bernama Nia, sebenarnya sempat ada empat murid yang mendaftar. Pada perjalanannya, orang tua calon murid ini memilih memindahkan ke SD swasta.

“Orang tuanya maunya minimal ada 10 siswa, mereka baru mau menyekolahkan anaknya di sini,” ujar Nia.

Saat ini total siswa di SDN Wonorejo 2 sebanyak 36 siswa.

Saat dikonfirmasi, kepala UPT dinas Pendidikan Kecamatan Sumbergempol Jumrotin melalui koordinator Tata Usaha Supriyono mengatakan hingga hari ini belum ada laporan jumlah murid yang masuk di masing-masing sekolah di wilayah kerjanya. 

Hal itu lantaran pendaftaran masih berjalan atau belum ditutup. "Kita belum mendapatkan laporan, namun memang ada sejumlah sekolah yang kesulitan mendapatkan murid," aku Supriyono

Yang menjadi masalah menurutnya, untuk sejumlah SD di Kecamatan Sumbergempol yang kesulitan mendapatkan murid karena banyaknya sekolah swasta yang ada.

"Masih akan kita pelajari, semua sekolah sudah kita minta berusaha mendekati pihak desa dan orang tua, tapi mau apalagi jika ternyata ada sekolah yang sepi peminat," terang Supriyono

Selain SDN Bendilwungu 1, Wonorejo 2 dan Sumberdadi 2 sekolahan lain seperti Trenceng dan Mirigambar 2 juga kesulitan mendapatkan murid. 

"Rencananya yang lokasinya dekat akan kita gabungkan, sedang SDN Sumberdadi 2 akan diusulkan untuk ditutup, karena tidak ada peminat," pungkasnya.

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close