Agustus, Penyewaan Kostum Panen

Kamis, 08-08-2019 - 15:55 WIB salah satu penyewa sedang memasang kostum (foto : Joko Pramono/JatimTIMES) salah satu penyewa sedang memasang kostum (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Bulan Agustus membawa berkah tersendiri bagi para penyedia jasa penyewaan kostum karnaval. Bahkan mereka mengaku omset meningkat 20 kali lipat dari bulan biasanya. Pasalnya di bulan ini yang diperingati sebagai bulan kemerdekaan, banyak wilayah berlomba mengadakan perayaan dan karanaval.

Menurut Novita Indriasari, salah satu jasa penyedia kostum mengatakan penyewaan kostum sudah ramai sejak bulan Juli lalu. Namun pada Agustus hingga September ini kostum miliknya sudah full booked (habis dipesan). Pemesanya biasanya dari sekolah.

"Biasanya ya karnaval Agustusan, ada juga untuk bersih desa atau hanya sekedar mengisi event gitu," jelas pemilik salon Mahadewi ini.

Wanita berhijab ini menjelaskan jika beberapa tahun terakhir, penyewa kebanyakan memilih kostum fantasi. Biasanya mereka memilih maskot dari kota asal. Seperti Tulungagung, biasanya penyewa memilih reog kendang atau jaranan untuk dijadikan maskot dari karnaval. Namun  pihaknya memiliki beragam konsep seperti Rama Sinta, Gayatri, Garuda dan lainnya.

"Tiap dua hari gitu, ada 10-15 kostum yang di sewa," terang wanita yang beralamat di Jalan P. Sudirman gang 8, Kelurahan Kepatihan ini.

Novita mengaku tak mematok harga mahal. Kata dia, kostum buatannya dipatok mulai harga Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Tergantung model kostum. Kostum buatannya berbeda daripada yang lain. Dia mengaku lebih mematangkan konsep. Misalnya Rama Sinta, dia juga mendatangkan wayang asli dengan berbahan kulit asli. Tentu, biaya sewa sangat murah dibandingkan biaya produksi satu kostum yang bisa menelan biaya hingga Rp 8 juta keatas.

"Ya kalau dibandingkan dengan biaya pembuatannya ya jauh. Karena saya membuat dengan bahan yang berkualitas," terangnya.

Lanjut Novita, jika dibandingkan bulan biasa memang cukup jauh, karena moment karnaval ini musiman yang hanya ramai mendekati bulan Agustus. Bahkan diakuinya pada musim karnaval seperti ini, omset yang dapat diraih meningkat hingga 10-20 kali lipat.

"Nggak tentu. Panennya ya agustusan gini. Mudah-mudahan bisa 100 kostum yang keluar. Kalau bulan biasa ya mungkin instansi mau ada event, atau mungkin untuk lomba dan lainnya. Bahkan, bisa jadi kosong orderan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu penyewa, Aulia Laily Maulida mengaku memilih kostum karnaval fantasi itu karena kostum tersebut lebih unik. Apalagi, dalam kostum tersebut, terdapat filosofi yang tentunya dengan pengonsepan matang bisa menyampaikan filosofi tersebut pada penonton. Misalnya saja kostum Rama Sinta, tentu ada cerita dibalik kostum fantasi itu, dan juga ada wakil atau gambar yang dipasang dalam kostum tersebut untuk menyampaikan filosofi tersebut.

"Lebih suka kostum bertema budaya, seperti reog kendang, atau pewayangan," katanya.

Namun demikian, diakui Aulia kostum tersebut cukup berat. Ada sekitar 20-25 kilogram berat kostum yang harus dia pakai.

"Lumayan berat sih. Tapi rata-rata memang kostum gini itu berat," tandas mahasiswi fakultas hukum ekonomi syariah IAIN Tulungagung.

 

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close