Selangkah Lagi Nikah, Calon Mempelai : Ini Bukan Masalah Uang 600 Ribu..

Kamis, 08-08-2019 - 18:59 WIB Aris Alfian Dan Calon Istrinya Anak Agung Ayu Widya Srikandi / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Aris Alfian Dan Calon Istrinya Anak Agung Ayu Widya Srikandi / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Simpang siur dan saling tuding antara pemohon pernikahan Aris Alfian (28) warga Desa Tambak Kecamatan Ngadi Kabupaten Kediri terkait dugaan upaya Pungli di proses pernikahan di KUA Karangrejo mulai menemukan titik temu. Kamis (08 /08) siang, Aris Alfian bersama calon istrinya Anak Agung Ayu Widya Srikandi (23) warga Bali mendatangi KUA Kecamatan Karangrejo untuk pelaksanaan rapak.

"Saat rapak, sudah diklarifikasi masalah ini," kata Aris Alfian

Lanjut Aris, ada beberapa hal yang perlu diluruskan terkait pemberitaan yang terjadi antara dirinya dengan pihak Pembantu Pegawai Pencatatan Nikah (P3N) atau modin desa Karangrejo, Suyut.

"Apa yang dikatakan pak modin kalau saya bohong itu salah alamat, kan yang pertama di berita sebelumnya saya tidak pernah menyatakan atau menyebutkan bahwa pak modin Karangrejo menerima atau meminta uang dari saya untuk permohonan saya yang pada tahun 2018," kata Aris

Kemudian, Aris menegaskan jika selama satu tahun tidak pernah ada transaksi atau pemberian atau penerimaan uang.

"Pada saat semua proses yang berlangsung selama satu tahun itu memang tidak pernah ada transaksi atau pemberian sejumlah uang kepada siapapun pihak KUA ataupun pak modin karena setiap ada informasi itu saya selalu menolak dan menunjukkan aturan bahwa nikah di KUA saat jam kerja itu gratis, yang ada adalah saat saya meminta informasi tentang pernikahan di KUA saat jam kerja, dijawab dengan harus bayar 600 Ribu lewat bank," terang Aris

Padahal menurut Aris, seusai undang-undang pernikahan di KUA waktu jam kerja harus Gratis. Bahkan saat Rapak berlangsung,  semua persyaratan sudah dinyatakan lengkap, hanya tinggal konfirmasi disdukcapil Bali untuk memastikan data yang dimutasi.

"Ini bukan masalah uang 600 ribunya tetapi segala sesuatunya hendaknya sesuai peraturan yang berlaku dan ini juga sebagai penegas dari berita yang sebelumnya supaya tidak simpang siur," ujarnya

Karena saat prosesi rapak, Suyut selaku modin  telah mengakui meminta uang, namun modin juga mengatakan jika permintaan itu lantaran dirinya mengira bahwa yang dimaksud menikah di KUA adalah menikah yang di musholanya KUA
"Semua kesalah pahaman ini tidak perlu diperpanjang menurut saya," pungkas Aris

Setelah menunggu setahun, Aris dan calon istrinya Anak Agung Ayu Widya Srikandi akhirnya merasa lega. Pasalnya, selangkah lagi pernikahan atau ijab kabul yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Karangrejo bakal terwujud.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close