Tuntut Makam Dipindah dari Pondok Pesantren Watu Gedhek, Ini Alasan Warga Desa Pelem

Senin, 12-08-2019 - 12:49 WIB Ahmad Budianto, perwakilan warga yang demo ke Balai Desa Pelem (foto : Anang Basso / TulungagungTIMES) Ahmad Budianto, perwakilan warga yang demo ke Balai Desa Pelem (foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Salah satu warga, Ahmad Budianto (60) tokoh warga Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung menceritakan awal mula terjadinya penolakan warga terhadap makam di wilayah desanya. 

Bermula saat pemilik pondok pesantren Puthuk Watugedek, Kyai Imam Maksum Baihaqi tiba-tiba memakamkan orang yang dikenal di lingkungan pesantren.
"Beberapa hari lalu warga mengetahui jika ada orang dimakamkan di sana, padahal dia bukan warga sini meskipun diakui sebagai orang tua Gus Maksum," kata Budianto.

Karena tidak ada pemberitahuan pada lingkungan, warga kemudian merasa resah dan takut.
"Sudah ada yang berusaha mengingatkan agar ada mengurus administrasi, tapi ternyata juga tak ada niat dari pemilik pondok sehingga warga menjadi emosi," tuturnya.

Tak bisa dibendung lagi, warga minta agar makam dipindahkan ke tempat lain seperti pemakaman umum atau tempat lain, asal tidak di tempat sekarang ini.
"Alasannya ada yang takut, ada yang menganggap jika di sana ada makam nanti harga tanah di sekitar makam akan murah dan ada yang takut jika yang dimakamkan itu mempunyai penyakit yang bisa menular," ungkap Budianto.

Karena alasan itu, warga sudah tidak punya pilihan lain untuk ditawar.

"Tuntutan warga harus pindah, ini juga menyangkut kearifan lokal. Nanti jika dibiarkan maka akan banyak yang menguburkan mayat di pekarangan," terang Budianto.

Sementara itu, situasi di Balai Desa Pelem masih dipenuhi ratusan warga. Gus Maksum, MUI dan Muspika Kecamatan Campurdarat masih melakukan mediasi di ruangan balaidesa.

Warga masih kukuh menolak adanya makam seorang warga Margomulyo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek itu. Warga menuntut agar makam seorang yang diketahui bernama Suryat Suyono di area Masjid Watugedheg milik Gus Maksum untuk dibongkar dan dipindahkan.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close