Aksi Mencekam di Manokwari, Papua Jadi Trending Topic Twitter

Senin, 19-08-2019 - 11:35 WIB Cuitan warganet di Twitter terkait insiden Manokwari menjadi trending topic. (@twitter) Cuitan warganet di Twitter terkait insiden Manokwari menjadi trending topic. (@twitter)

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Kondisi Kota Manokwari dilaporkan mencekam pada Senin (19/8/2019) pagi. Warga dan sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi dengan memblokade sejumlah kawasan. Selain itu, massa juga disebut telah membakar gedung DPRD Manokwari.

Kondisi itu bahkan membuat kata Papua menjadi trending topic di Twitter. Hingga pukul 10.00 WIB, 42 ribu cuitan Papua lalu lalang di Twitter. Video aksi hingga kondisi terkini gedung dewan yang terbakar pun menyebar luas. Warganet banyak memberi pendapatnya atas aksi yang cukup memanas tersebut.

"Situasi terkini di Kota Jayapura, demo terkait persekusi Mahasiswa Papua yg terjadi di Semarang, Surabaya dan Malang," cuit pemilik akun @spicai81 dengan disertai video berdurasi pendek yang memperlihatkan ribuan massa berjalan menggunakan dua ruas jalan yang berdampingan.

Beberapa warganet berpendapat jika aksi itu merupakan buntut dari aksi yang terjadi di Kota Malang, Surabaya, dan Semarang. Kondisi itu pun dinilai sangat memprihatinkan. Sebab, ketika ada sebuah peristiwa, semestinya dilakukan laporan kepada pihak berwajib.

"Ini pemicunya gara2 masalah bendera di Asrama mahasiswa di wilayah Surabaya. Harusnya ormas2 dan masyarakat jangan coba menjadi penegak hukum. Klo ada masalah laporkan langsung saja ke pihak berwajib, biarlah mereka yang menyelesaikan," cuit akun @KamNur78 merespons video aksi blokade yang terjadi di Manokwari.

Sebagian warganet pun menilai jika kondisi tersebut harus nya dilalui dengan cara bijak oleh masyarakat Indonesia. Dengan kondisi yang terlanjur terjadi, warganet berharap agar tidak ada yang terpancing serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Menurut gue 2 ormas di Surabaya (FPI dan PP)  yg melakukan pengepungan mess papua cukup sukses menggerakan provokasi kerusuhan baru di Manokwari pagi ini.. Hati2 ini modus baru bagaimana cara mereka membuat indonesia bergejolak.. umpatan rasis memang harus diproses hukum," cuit @kurawa.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe melalui keterangan tertulisnya menyampaikan empati atas insiden yang terjadi di Kota Malang, Surabaya, dan Semarang. Dia pun menghormati sepenuhnya tindakan hukum yang dilakukan oleh pihak berwajib sepanjang tidak melakukan pembiaran atas tindakan persekusi atau main hakim sendiri yang dapat melukai hati masyarakat Papua.

"Papua adalah miniatur Indonesia sebenarnya. Kami menghormati dan memberlakukan masyarakat yang berasal dari luar Papua dengan sejajar. Kami pun mengharapkan hal demikian. Ini sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang damai, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan beretika secara budaya," katanya.

Dia pun meminta agar masyarakat Papua yang berada di wilayah manapun untuk merespons insiden Kota Malang, Surabaya, dan Semarang secara wajar tanpa ada tindakan yang melanggar norma dan hukum. Selain itu, dia  berharap masyarakat Indonesia di manapun berada untuk tidak melakukan kegiatan rasia serta main hakim sendiri yang dapat melukai hati masyarakat Papua. Sehingga, harmonisasi Indonesia dapat tetap terjaga.

"Sebagai gubernur, saya mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk ikut melakukan pembinaan terhadap mahasiswa Papua di wilayahnya masing-masing. Hal ini untuk merajut rasa nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan sebagai anak bangsa," jelasnya.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close