Sembahyang Rebutan, Ribuan Warga Tulungagung Padati Kelenteng

Senin, 19-08-2019 - 17:47 WIB tokoh agama sedang memberkati sembako yang akan dibagikan kepada warga (foto : Joko Pramono/Jatim Times) tokoh agama sedang memberkati sembako yang akan dibagikan kepada warga (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMES – Ribuan warga Tulungagung padati Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Senin (19/8/19). Lantaran jemaat Tri Dharma Tulungagung, membagikan ribuan sembako untuk warga miskin dalam upacara sembahyang rebutan (Ulam Bana) yang digelar di Kelenteng Tjoe Tik Kiong.

Ritual tahunan ini digelar mulai pukul 12.00 WIB Sembayang Rebutan dilaksanakan setiap setahun sekali, tepatnya pada tanggal 15 bulan tujuh tahun Imlek atau bulan Agustus dalam kalender Masehi 2019 ini.     

"Kami selalu mengadakan acara seperti ini pada bulan tujuh tanggal 9 pada penanggalan China, bertepatan dengan bulan September tanggal 9 pada penanggalan masehi," tutur wakil ketua TITD Tjoe Tik Kiong, Wibisono di sela alanya prosesi.

Sesajian tersebut ditujukan untuk memberi makan kepada arwah-arwah gentayangan yang tidak dikunjungi atau diziarahi oleh sanak keluarga mereka. Sehingga, sebelum kembali ke alamnya, arwah-arwah ini diberikan sesajian terlebih dahulu dengan didoakan secara beramai-ramai.

"Sembahyang Rebutan ini untuk memberi makan arwa-arwah atau setan-setan agar mereka tenang dan tidak mengganggu yang masih hidup," ujarnya lebih lanjut.

Ritual sembahyang tersebut merupakan tradisi untuk mengusir arwah jahat dan setan yang berada di bumi.     

Hal itu digambarkan dengan rebutan ribuan bungkus paket berisi aneka kebutuhan seperti sembako. Prosesi pembagian sembako itu sendiri berlangsung tertib dan lancar. Setidaknya ada sekitar 3500 bingkisan sembako yang terdiri dari beras, gula, kopi, minyak, dan mie instan.

"Hari ini ada 3000 paket sembako yang kita bagikan, terdiri dari 4 kg beras, 1/2 kg gula, satu botol minyak goreng, 1 pak mi instan serta kopi instan," imbuhnya lebih lanjut.

Pembagian sembako diawali dengan pembacaan doa oleh jemaat TITD Tjoe Tik Kiong. Setelah  pembacaan selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian sembako.  Lukito berharap agar kegiatan ini bisa membantu warga yang kurang mampu.

Untuk kemanan sendiri, pihak kepolisian mengerahkann kurang lebih 116 personel ditambah 15 personel dari TNI.

“Ada 116 personel terbuka dan tertutup untuk mengamankan kegiatan kali ini, ditambah personel TNI 15 orang,”

Sementara itu salah satu warga yang ikut dalam Sembahyang Rebutan kali ini mengaku kelelahan lantaran harus menunggu hingga 2 jam. Namun kelelahannya terbayar dengan bingkisan sembako.

"Hampir 2 jam menunggu, tapi akhirnya dapat sembako dari kelenteng," ujar Jinah(53), salah satu warga.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close