Saat Upacara 17 Agustus Berlangsung, 2 Pemuda Mabuk Terobos Barisan dengan Motor

Senin, 19-08-2019 - 18:24 WIB salah satu pemuda mabuk yang menerobos diamankan oleh pihak berwajib (ist) salah satu pemuda mabuk yang menerobos diamankan oleh pihak berwajib (ist)

TULUNGAGUNGTIMES – Di saat semua orang sedang merayakan kemerdekaan RI ke 74 dengan upacara bendera, 2 pemuda asal Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung ini malah melakukan aksi tak terpuji.

Betapa tidak, pada upacara penurunan bendera di Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung pada Sabtu (17/08) sore sedang berlangsung, dua orang pemuda yang seharusnya menjadi harapan bangsa malah menerobos barisan upacara penurunan bendera dengan mengendarai motornya dalam kondisi mabuk.

Petugas yang berjaga langsung dengan sigap mengamankan keduanya. Ke 2 pemuda itu ialah Satria Priangga Jati (21) dan Dobi Armas (24) warga Desa Suruhan Kidul Kecamatan Bandung. Mereka diamankan dan dimintai keterangan atas perbuatannya.

Keduanya mengakui tidak memiliki maksud untuk mengganggu pelaksanaan upacara, mereka mengira ada pemeriksaan kendaraan oleh petugas sehingga memilih memacu kendaraannya dengan kencang.

Setelah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dan TNI, akhirnya Sabtu malam keduanya diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pembinaan.

Kanit Reskrim Polsek Bandung, Aiptu Medianto mengatakan sebenarnya petugas sudah berusaha menghentikan keduanya namun karena mereka mengira ada pemeriksaan kendaraan akhirnya malah tancap gas berupaya kabur.

“Dikiranya ada pemeriksaan kendaraan oleh petugas karena ramai, makanya mereka ini takut,” ucapnya.

Medianto menjelaskan, pengakuan keduanya memang tidak ada niat untuk mengganggu pelaksanaan upacara bendera, mereka beralasan akan pulang setelah mengonsumsi minuman keras dengan teman- temannya.

“Mereka ini gugup karena melihat banyak petugas, akhirnya malah digas motornya melewati barisan upacara,” ungkapnya.

Oleh sebab itu pihaknya kemudian memutuskan untuk memberikan pembinaan kepada kedua pemuda tersebut dan mewajibkan mereka untuk absen melaporkan diri, seminggu dua kali ke Mapolsek Bandung.

“Kita utamakan pembinaan, jika nantinya keduanya ini melakukan hal yang sama akan kita proses hukum, ini kita utamakan pembinaan dulu dengan absen 2 kali seminggu,” pungkasnya.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close