Saksi Fakta KKN di Desa Penari Makin Dicari, Benarkah Nur Nama Aslinya Rina Dan Tinggal di Tumpak Gedang?

Jum'at, 06-09-2019 - 20:05 WIB Suasana Desa Tumpak Gedang Masuk Desa Rejosari, Jalan Ini Menuju Ke Pantai Sine / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES Suasana Desa Tumpak Gedang Masuk Desa Rejosari, Jalan Ini Menuju Ke Pantai Sine / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Setelah menjadi perhatian warganet dan khalayak di Tulungagung tentang keberadaan sosok Nur, saksi fakta yang dikabarkan menikah di Tulungagung, pencariannya makin menarik dilakukan. 

Nur, adalah wanita yang disebut SimpleMan dalam kisah KKN di Desa Penari yang kini menjadi perbincangan netizen. "Nama aslinya katanya Rina, tinggal di Tumpak Gedang Kalidawir," kata salah seorang netizen memberikan informasi.

Petunjuk Nama Nur adalah Rina sendiri sebenarnya sudah banyak diinformasikan di komentar Facebook saat tema tentang misteri tersebut menjadi pergunjingan jagad maya.
"Sudah saya cari, bahkan saya keliling tapi kok belum ketemu nama itu," kata Sukirno ketua BPD Kalibatur yang rumahnya di dusun Wonojoyo atau berbatasan langsung dengan Dusun Tumpak Gedang.

Sejak kabar keberadaan Nur di Tulungagung atau tepatnya di sekitar wilayah pantai Sine, banyak warga penasaran dan mencari informasi.
"Jika dia disini pasti akan segera ketemu, tapi hingga saat ini belum bisa kami temukan siapa dia," paparnya

Jika saksi Nur terungkap, maka kisah KKN di Desa Penari juga kemungkinan besar terungkap asal saksi fakta yang turut dalam KKN itu mau menceritakan pengalamannya saat itu.

Kepala desa Terpilih Rejosari, Sudikan saat dikonfirmasi juga mebgaku belum hafal benar dengan warganya yang bernama Nur atau Rina karena masih belum jelas cerita yang dimaksud dalam kisah itu.
"Saya masih belum begitu hafal, masih saya selidiki," kata Sudikan saat dikonfirmasi, Jumat (06/09) sore.

Sebelumnya, cerita tentang kisah KKN di Desa Penari semakin menjadi pusat perhatian. Kisah yang di ceritakan oleh akun Twitter SimpleMan atau @SimpleM81378523

itu viral lantaran dikisahkan ada 14 mahasiswa-mahasiswi yang menggelar KKN di Kota B, Jawa Timur, pada 2009 akhir atau jika dihitung sepuluh tahun lalu. Mereka merupakan mahasiswa-mahasiswi angkatan 2005/2006 dari sebuah perguruan tinggi di Kota S.

Sukirno, tokoh masyarakat dan ketua BPD Kalibatur yang juga turut mencari keberadaan Nur / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Berbagai tulisan tentang misteri tersebut terus menjadi ulasan netizen dan berbagai pihak. Bahkan, banyak diantaranya mencari lokasi dimana sebenarnya Kabupaten B, apakah ini Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Bojonegoro atau Bangkalan. Kemudian petunjuk tentang Kecamatan K dan desa W juga menjadi misterius dan penuh teka teki.

Misteri yang belum ditemukan jawaban ini terus mengggelinding liar dengan analisa masing-masing pencari fakta yang kini mirip dengan aksi detektif. Tulungagung TIMES mencoba fokus dengan cerita enam mahasiswa-mahasiswi di antaranya disamarkan dengan nama Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Anton, dan Bima. Di ceritakan oleh Simple Man, dua di antaranya meninggal setelah melewati hal mistis di tempat KKN tersebut.

Saksi fakta yang kini masih hidup bernama Nur, yang konon telah menikah dengan warga Tulungagung. Bahkan, nara sumber dalam postingannya mendatangi Ayu yang di sertai foto pantai Sine.


 

"ada yang tau ini pantai apa?

karena gw pikir udah banyak yang tau kota mbak Nur, jadi gak papa lah, gw kasih tahu, ini adalah pantai Sine yang ada di tulungagung.

dan kemarin gw, udah ngobrol banyak sama beliau, dan alhamdulillah, beliau ternyata gak keberatan dengan thread gw," kata SimpleMan yang dipost pada tanggal 16 Juli 2019 lalu.

Lalu siapa Nur ini? Mantan modin yang kini menjadi Sekretaris Desa Kalibatur, Kayani memastikan jika warga Sine yang kebanyakan merupakan nelayan itu banyak yang menikah dengan warga dari luar kota.

"Wanitanya yang dari Banyuwangi, Surabaya ada, tapi jika nama Nur ini saya harus melihat registernya dulu," kata Kayani

Untuk mengetahui kepastian nama Nur yang disebutkan sebagai saksi mata, Kayani juga meminta nama lengkap yang dimaksud.

"Jadi nama lengkapnya harus tau, baru kita paham siapa suami dari orang yang dimaksud. Jika tidak maka harus tau kapan tahun nikahnya," jelasnya

Jumlah penduduk desa Kalibatur sendiri sebanyak 7.441 jiwa yang tersebar di 06 Dusun, RW 14 dan, 43 RT Dari jumlah tersebut, terdiri dari laki-laki 3.556 jiwa dan perempuan 3.885 jiwa. Satu dusun diantaranya bernama Sine yang merupakan daerah pantai dengan kehidupannya adalah nelayan.

Hingga kini, saksi dan pelaku peristiwa misteri KKN Di Desa Penari masih belum menemukan kapastian lantaran Nur belum berhasil ditemui.

Sementara saat dikonfirmasi melalui Direct Message (DM) di akun Twitter SimpleMan belum mendapat respon.

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close