Satpol PP Segel Warkop yang Pekerjakan Anak Jadi Pemandu Lagu

Selasa, 10-09-2019 - 19:51 WIB Satpol PP menyegel Warkop dan Karaoke Idaman yang belum berizin dan memperkerjakan anak sebagai pemandu lagu. (foto : Joko Pramono/Jatim Times) Satpol PP menyegel Warkop dan Karaoke Idaman yang belum berizin dan memperkerjakan anak sebagai pemandu lagu. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMES – Satpol PP Tulungagung akhirnya menyegel Warkop dan Karaoke Idaman di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Sumbergempol, Selasa (10/9/19).

Selain tidak dilengkapi izin, warung milik Markini (65) ini juga kedapatan mempekerjakan wanita di bawah umur sebagai pemandu lagu. “Karena belum berizin, maka untuk sementara warung dan karaoke ini kami segel,” ujar Kasatpol PP Tulungagung melalui Kasi Informasi dan Publikasi Artista Nindya Putra.

Penyegelan dilakukan dengan menempelkan stiker beruliskan “Disegel, Dalam Pengawasan Satpol PP Tulungagung” di dua room yang ada di warkop ini. Segel akan dibuka jika pemilik sudah melengkapi izin usahanya.

Pemilik warkop, Markini, hanya mengantongi serifikat HaKI (hak atas kekayaan intelektual) untuk lagu-lagu yang diputar di warkop miliknya. Itu pun sudah kedaluwarsa sejak 4 tahun lalu.

Markini hanya pasrah atas penyegelan ini. Dia berjanjinakan melengkapi izin usahanya agar bisa beraktivitas seperti sedia kala.b“Saya akan melengkapi izin biar bisa usaha lagi,” ujar Markini.

Sebelumnya di warkop dan karaoke milik Markini, Satpol PP Tulungagung  mengamankan wanita di bawah umur yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu. Sebut saja Melati (16).

Melati diamankan lantaran adanya aduan masyarakat jika ada tempat karaoke yang mempekerjakan anak-anak.

Saat diamankan, Melati sedang mendampingi pelanggan menyanyi di room. Melati berasal dari Desa Wajak, Kecamatan Turen, Malang.

Gadis bertubuh sintal ini mengaku diajak temanya bernama Tari yang sudah lebih dulu bekerja di warkop  itu.

Di warkop milik Markini,  Melati sudah bekerja sejak 1 bulan lalu. Di warung itu ada empat pemandu lagu, yang semuanya berasal dari luar kota.

Dari pengakuan Melati, sebulan dia digaji sebesar 1 juta rupiah. Belum lagi tips yang diterimanya dari pelanggan saat mendampingi karaoke di room.

Room yang ada sebanyak dua. Kondisi room terlihat kumuh dan pengap.

Mirisnya, saat ditanya satpol PP, Melati mengaku dipaksa melayani nafsu salah satu pelanggannya yang berprofesi sebagai perangkat desa bernama Uceng.

Melati dengan gamblang menceritakan waktu dan tempat dirinya dinodai oleh Uceng. Dirinya dipaksa berhubungan badan oleh Uceng pada Minggu 11 Agustus 2019 sekitar pukul 1 malam di dalam kamarnya.

Untuk menguatkan pengakuan Melati, satpol PP meminta Melati membuat surat pernyataan bermaterai jika pernah dipaksa berhubungan badan oleh Uceng.

Lantaran mengaku diperkosa oleh salah seorang pelanggannya, Melati akhirnya diantar oleh satpol PP ke ULT PSAI (Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif) Tulungagung. Dia melaporkan kasus itu ke pihak berwajib.

 

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close